Anak Hasil Perkawinan Siri di Banjarmasin Bisa Bikin Akte Kelahiran

oleh
Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan, Ardiansyah. Foto : Muji

BANJARMASIN – Percepatan agar warga memiliki anak dari usia 0 hingga 18 tahun membuat akte kelahiran terus didorong Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan. Hal ini berkenaan dengan perlindungan hak sipil anak, termasuk hak waris atas orang tuanya yang menjadi tanggung jawab negara.

Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan, Ardiansyah menjamin pemenuhan hak anak untuk mendapat akte kelahiran, termasuk ketika kedua orang tuanya tak memiliki surat nikah dari KUA.

“Untuk mendapat akte kelahiran bagi anaknya, termasuk hasil perkawinan siri bisa dikuatkan dengan menghadirkan para saksi dari pihak keluarga masing-masing. Dari surat pernyataan di atas materai itu mendapat dasar bagi kami untuk merekomendasikan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten dan kota untuk membuat akte kelahiran,” ucap Ardiansyah di Banjarbaru.

Agar para petugas di Disdukcapil kabupaten dan kota terampil, Ardiansyah mengatakan pelatihan terus diberikan dengan mendatangkan nara sumber dari pusat yang memiliki kompetensi terhadap masalah tersebut.

“Kami juga turun ke lapangan dengan mendatangi sekolah-sekolah dalam sosialisasi kewajiban pembuatan akte kelahiran,” kata Ardiansyah.