Stop Kekerasan Terhadap Wanita dan Anak

oleh

BANJARMASIN – Angka kasus tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Banjarmasin makin memprihatinkan.

Sepanjang bulan Januari hingga Juli 2017, sudah tercatat ada 13 kasus. Sedangkan, se-Kalsel diyakini mencapai ratusan kasus, meski belum tervalidasi datanya.

Berangkat dari keprihatinan itu, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Yazidi Fauzie mengungkapkan, pihaknya sudah menyokong pembentukan rancangan peraturan daerah (raperda) pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak untuk menangkal tindak kekerasan dalam rumah tangga dan anak.

“Dengan payung hukum ini, bisa mengakomodir hak-hak perempuan dalam kiprahnya di tengah masyarakat. Sebab, selama ini, perempuan belum dianggap setara dengan laki-laki,” ucap anggota DPRD Kalsel.

Yazidi menjelaskan, dalam perda itu akan memuat poin-poin penting perlindungan anak, baik secara fisik maupun kejiwaan.

“Dalam perda itu juga mengatur tentang hak anak untuk bertanya kepada orangtua,,” imbuhnya Yazid. (muji)