Tanwir Pemuda Muhammadiyah Dihadiri Tokoh Penting

oleh

PALANGKA RAYA – Dalam Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Palangka Raya, dari 27-29 November  2017, dengan tema integritas dan produktivitas kaum muda untuk keadilan sosial, panitia menghadirkan sejumlah elite politik muda.

Diantaranya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN),  Ahmad Hanafi Rais, Wasekjen  Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Aryo Hashim Djojohadikusumo, Sekjen Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Ahmad Rofiq dan Agus Harimurti Yudhoyono dari Partai Demokrat.

Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketum PP Muhammadiya Haedar Nasir dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi.

Tak hanya itu saja, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantiyo, kendati masih menunggu konfirmasi. Tetapi dari informasi yang disampaikan staf Mabes, kemungkinan besar bakal hadir.

“Kami berharap Tanwir ini momentum kembalinya politik ke jalurnya, yakni untuk kemaslahatan umat. Menjadi pemimpin, pejabat publik bukanlah sekedar jabatan prestisius tapi adalah amanah yang harus dikerjakan dengan baik. Insya Allah akan kami rumuskan dalam satu formulasi Hitah Kahayan,” kata Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani saat menggelar konferensi pers, di Palangka Raya, Jumat (24/11/17).

Menurut penilaiannya, saat ini partai politik tidak terkontrol khususnya dalam tanggungjawab pendidikan politiknya bagi kadernya. Seharusnya, jika ada kader tersangkut kasus hukum sebaiknya mundur saja, tanpa harus Pergantian Antar Waktu (PAW).

Berbagai aksi sosial seperti sunatan massal, donor darah termasuk mengelar jalan sehat dan pawai ta`aruf serta pembagian paket sembako, akan mewarnai Tanwir yang diprediksi dihadiri ribuan peserta.

Dipilihnya Kota Palangka Raya menjadi tuan rumah even besar ini, karena dukungan besar yang diberikan oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dan Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia. Disamping kesiapan Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah, sehingga menjadi pertimbangan penting yang dinilai pusat. (tva)