Inilah Alasannya.! Mubaligh Ahmadiyah Kalbar Klaim Bukan Ajaran Terlarang

oleh
Mirza Ghulam Ahmad pendiri Ahmadiyah, Foto : wikipedia

SANGGAU – Mubaligh Ahmadiyah Kalimantan Barat, Anom Tulus menyampaikan bahwa Jemaat  Islam Ahmadiyah sampai saat ini tidak pernah dilarang dan tidak terlarang di seluruh Indonesia. Jemaat Islam Ahmadiyah Indonesia telah memiliki badan hukum No.JA.5/23/13 tanggal 13 Maret 1953.

Ahmadiyah juga diakui oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dari tahun 1978, diakui juga Direktorat Jendral Sosial Politik Departemen Dalam Nageri tahun 1985 sebagai ormas, bahkan Jemaat Ahmadiyah Indonesia diakui keberadaanya oleh Depdagri RI Direktorat Kesbang dengan Nomor Inventarisasi dengan sifat Kekhususan kesamaan agama ISLAM tanggal 5 Juni 2003 Nomor 75/D.I/VI/2003.

Anom Tulus menambahkan, sampai saat ini badan hukum Ahmadiyah masih aktif dan tidak dicabut. Jadi, berlandaskan badan hukum tersebut Ahmadiyah bisa melakukan kegiatan dimanapun tanpa mendapatkan kecurigaan karena salah satu unsur dari negara hukum adalah adanya pengakuan terhadap hak-hak asasi.

“Ahmadiyah 100 persen meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir dan itu adalah keyakinan mutlak bagi Ahmadiyah. Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang membawa syariat atau ajaran terakhir untuk semua manusia tidak akan datang lagi nabi yang membawa syariat seperti beliau,” katanya menjawab kegaduhan keberadaan Ahmadiyah di Entikong, Kabupaten Sanggau kepada wartawan, Jumat (24/11/17).

Dijelaskan Anom Tulus, umat Islam meyakini berdasarkan nubuatan Nabi Muhammad SAW akan datangnya Imam Mahdi (pemimpin yang mendapat petunjuk dari Allah) di akhir jaman. Pendiri Ahmadiyah Hz. Mirza Ghulam Ahmad mendakwakan dirinya sebagai Imam Mahdi tersebut.