Penanggulan Bencana Banjir di Bandara Supadio Harus Melibatkan Pihak Terkait dan Mendapat Dukungan Masyarakat

oleh
Suasana rapat BPBD Kalbar dan PT. Angkasa Pura II di Ruang Praja 2, Kantor Gubernur Kalbar

PONTIANAK – Banjir yang menggenangi lintasan Bandara Supadio pada 12 November 2017 lalu telah menimbulkan dampak yang sangat luas terhadap pengguna transportasi udara. 

Dampak tersebut bukan hanya terjadi terhadap jadwal penerbangan dari Pontianak, tetapi juga jadwal dari luar Pontianak menuju bandara Supadio. 

Inisiatif pun telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dengan mengerahkan Mobil Damkar sebagai upaya darurat. Tapi upaya tersebut sangat tidak memadai. 

“Perintah dari Gubernur agar bencana banjir ini segera ditanggulangi dan agar selalu waspada jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” kata TTA Nyarong, Kepala BNPB Kalbar, pada saat Rapat Koordinasi PT. Angkasa Pura 2 dengan pihak terkait, Rabu (22/11/17) kemarin di Ruang Praja 2, Kantor Gubernur Kalbar.

Menurut Nyarong, setelah diteliti apa yang menjadi penyebab tergenangnya air dikarenakan tidak normalnya kanal-kanal seperti parit Gertak Kuning dan parit Jepang yang selama ini menjadi muara mengalirnya air ketika musim hujan tetapi kini terhambat oleh tumpukan sampah.

Dikatakan Nyarong, persoalan ini merupakan wewenang Pemprov Kalbar, Pemkab Kubu Raya, serta pihak terkait untuk mengatasinya.

“Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan rapat, di Posko BNPB Kalbar untuk menindak lanjuti apa yang telah kita bicara kan hari ini. Pembahasannya nanti lebih bersifat teknis. Langkah awal, kami akan menginventarisir rumah-rumah warga yang menjadi penyebab tersumbatnya kanal tersebut, sampai ke masalah anggaran kemudian bersama-sama kita carikan solusinya,” tegasnya.

Nyarong berharap, agar pada hari-hari besar, dan event-event besar akhir tahun disaat pengguna transportasi udara sedang melonjak, permasalahan banjir tidak terulang lagi. Saat ini semua pihak terkait mesti bekerja ekstra. Begitu juga dukungan masyarakat sangat diperlukan agar semua perkerjaan berjalan lancar.

Hal senada juga disampaikan General Manager PT. Angkasa Pura II, Bayuh Iswantoro yang mengatakan saat ini sedang melakukan upaya-upaya internal untuk meminimalisir kerugian serta dampak yang akan terjadi akibat banjir tersebut, disamping upaya-upaya eksternal dari Pemprov Kalbar, Pemkab Kubu Raya serta pihak terkait juga diharapkan.

“Masalah nya bukan hanya berasal dari teknis internal bandara saja. Upaya internal telah kami lakukan nanti adalah memperbaiki drainase serta tanggul disekitar bandara, sebagai antisipasi tanggap darurat saja, jika terjadi curah hujan yang tinggi seperti yang terjadi beberapa hari lalu,” pungkasnya. (Arief)