Kalsel Terima Kihajar Award 2017

oleh

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Gubernur H. Sahbirin Noor, menerima anugerah Kihajar Award 2017 untuk kategori khusus tingkat provinsi dalam pengembangan Teknologi Informasi Komunikasi TIK terhadap dunia pendidikan  dan kebudayaan.

Penghargaan sendiri diberikan panitia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam acara khusus di Hotel Santika Taman Mini Indah Jakarta, pekan lalu kepada Paman Biriin, panggilan akrab Gubernur Kalsel.

Keberhasilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyabet Kihajar Award 2017, tidak terlepas dari peran aktif dan keberanian Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Kalimantan Selatan, dalam pengembangan teknologi sains, khususnya internet beserta aplikasinya di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), guna kemajuan dunia pendidikan dan kebudayaan di Kalimantan Selatan.

Kepala BTIKP Provinsi Kalimantan Selatan, DR. Hj. Ratna Rosana mengatakan, tim penilai Kihajar Award yang turun ke Kalimantan Selatan, berasal dari kalangan profesional dan ahli dalam bidang teknologi informasi serta komunikasi, diantaranya berasal dari Universitas Indonesia (UI) dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

“Selama enam bulan, secara rutinitas tim ini bekerja, memantau penggunaan internet di sekolah SMA dan SMK di Banua, dalam kemajuan pendidikan dan kebudayaan di Kalimantan Selatan,” ungkap Hj. Ratna Rosana.

Ditambahkannya, SMA dan SMK yang menjadi obyek penilaian tersebut, dipilih langsung tim penilai. Sementara BTIKP sendiri hanya mendampingi selama proses penilaian berlangsung.

Adapun SMA dan SMK yang didatangi tim penilai Kihajar Award, jelas Hj. Ratna adalah SMA Negeri 1 dan SMK Negeri 1 Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Kotabaru serta SMA dan SMK di Banua Enam.

Untuk itu, keberhadilan Pemerintah Kalimantan Selatan menerima penghargaan Kihajar Award, adalah wujud dan  bukti nyata dari kerja keras yang dilakukan Instansi yang dipimpinnya dalam mewujudkan program Gubernur Sahbirin Noor, untuk bidang pendidikan dan kebudayaan.

Kerja keras itu berupa pelatihan dan ketrampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pengajar SMA dan SMK.

“Dalam kurun waktu setahun,  sedikitnya sebanyak 2400 orang guru sekolah menengah atas di Kalimantan Selatan diberikan pembekalan teknologi sains internet beserta perangkatnya untuk selanjutnya di kembangkan dan dimanfaatkan di sekolahnya .masing-masing,” tuturnya.

Apalagi hasil dari pelatihan yang diberikan itu mampu diimplementasikan para guru-guru di sekolahnya masing masing, sesuai dari tujuan program kerja BTIKP sendiri.

“Bayangkan Kalsel bisa masuk 4 besar dari 34 daerah yang dilakukan penilaian. Itu adalah sebuah prestasi,” terang Hj. Ratna.

Untuk diketahui, daerah yang masuk empat besar penerima Kihajar Award itu adalah Provinsi Jambi, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan. (muji)