Dishub Banjarmasin Harus Buat AturanTertib Kawasan Parkir

oleh

BANJARMASIN РKetua DPD Gapensi Kalimantan Selatan, Edy Supriyadi, berharap pemberlakuan larangan parkir roda empat di trotoar harus dibuatkan aturan yang jelas. Hal tersebut menyusul adanya kegiatan penertiban kendaraan yang diparkir di trotoar sepanjang kawasan Jalan Brigjend Hasan Basry Kayu Tangi, yang dilakukan Dishub Kota Banjarmasin, Rabu (23/11/17).

Dalam penertiban itu, petugas juga mendatangi halaman luar kantor DPP Gapensi yang juga berada di kawasan jalan Brigjend Hasan Basry Banjarmasin, hingga membuat pengurus organisasi, termasuk Edy Supriyadi melihat keluar kantornya.

Menurut Ketua DPD Gapensi sekaligus Kadin Kalimantan Selatan ini, sebelum pemberlakuan larangan, sebaiknya Dishub membuatkan papan larangan yang bertuliskan aturan jam larangan parkir, mengingat kawasan Jalan Brigjend Hasan Basry merupakan kawasan perkantoran.

Jika tidak bisa diberikan kompensasi waktu, Pemko Banjarmasin harus menerapkan aturan baru, ijin bangunan harus satu paket dengan ijin lahan parkir.

“Jika ingin trotoar tidak dijadikan lahan parkir, sebaiknya bangunan yang berdiri di kawasan Jalan Brigjend Hasan Basry harus disertai lahan parkir yang tersedia,” kata Edy Supriyadi.

Ditambahkannya, aktivitas usaha di kawasan Jalan Brigjend Hasan Basry cukup padat. Apalagi pada jam tertentu.

“Sehingga tak jarang penggunaan sisi jalan dijadikan tempat parkir kendaraan roda empat,” tuturnya.

Kondisi ini terjadi lanjut Eddy, memang sudah berlangsung cukup lama. Sedangkan faktor penyebabnya adalah minimnya ketersediaan lahan parkir yang tersedia di kantor kantor pemerintah, swasta, bangunan ruko dan sebagainya.

Untuk solusinya, harus ada kompensasi waktu bebas parkir dalam waktu tertentu. Penerapan aturan ini tentu harus didahului dengan sosialisasi berikut sanksi yang bakal diterapkan.

“Kalau sudah ada papan larangan dipinggir jalan, termasuk jam boleh dan tidak boleh memarkir kendaraan disisi jalan. Para pengendara tentu tidak akan parkir dikawasan jalan Brigjend Hasan Basry,” pungkasnya. (muji)