Soal Ahamdiyah di Entikong, Polisi Masih Tunggu Sikap MUI dan Kemenag

oleh
Kapolres Sanggau, AKBP Oki Waskito.

SANGGAU – Persoalan aliran Ahmadiyah di Kecamatan Entikong yang mendapat penolakan dari Forum Umat Muslim Perbatasan (FUMPE) Entikong saat ini sedang dilakukan pendalaman oleh pihak Kepolisian.

Namun, pihak kepolisian tidak mempunyai kewenangan untuk membubarkan suatu kelompok aliran keagamaan tertentu.

“Untuk membubarkan suatu kelompok aliran keagamaan bukan tugas Polri sendiri, ada Satgas yang terdiri dari beberapa Instansi antara lain Kemenag, MUI, Kejaksaan, Polri dan Instansi terkait lainnya,” kata Kapolres Sanggau, AKBP. Oki Waskito kepada wartawan, Rabu (22/11/17).

Dijelaskan Kapolres, sebelum mengambil langkah – langkah penindakan, terlebih dahulu dilaksanakan rapat kordinasi lintas sektoral dengan instansi terkait.

“Koordinasi dengan berbagai pihak akan terus kita lakukan,” ujarnya.

Dia juga menerangkan, hasil penyelidikan di lapangan, lanjutnya, persoalan ini pernah disampaikan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sanggau maupun Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sanggau, namun sampai dengan saat sekarang belum ada tindak lanjut.

“Ketua Ormas Fumpe atas nama Raden Nurdin pernah menyurati ketua MUI Sanggau tentang keberadaan Aliran Ahmadiyah kepada MUI Kabupaten Sanggau sesuai dengan surat Nomor: 002 / FUMPE / Tek/ I / 2016 tanggal 13 Januari 2016, tapi belum ada tindak lanjutnya,” terang Kapolres.

Meskipun begitu, Kapolres mengakui kelompok ini terus dalam pantauan kepolisian.

“Kita sudah dapat informasi tentang kelompok ini, baik identitas maupun jumlah orang yang bergabung di dalamnya,” tutur Kapolres.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Entikong, Jafar belum bisa dikonfirmasi. WA pertanyaan wartawan inipun belum dibaca oleh yang bersangkutan. Begitu juga dengan Kantor Kementerian Agama Sanggau belum bisa menjawab pertanyaan wartawan terkait pemberitaan tersebut. (Indra)