,

Cerita Orangtua Sebelum Ketiga Anaknya Meninggal Akibat Laka Lantas di Air Hitam

oleh

MEMPAWAH – Ribuan pelayat terus berdatangan di rumah kediaman Madra’i dan Nadia Wati, di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Menpawah, Rabu (22/11/17), untuk mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya, ketiga putranya yang mengalami insiden kecelakaan lalu lintas di Desa Air Hitam, Kabupaten Mempawah.

Isak tangis dari pihak keluarga dan sejumlah pelayat yang hadir di rumah kediaman keluarga korban sesekali terdengar memecah suasana hening yang penuh kesedihan.

Sambil menitikan air mata, orang tua korban Madra’i tak menyangka kepergian ketiga anaknya Rabu pagi sekitar pukul 4:30 wib adalah kepergian terakhir untuk selama-lamanya.

Walau mencoba untuk tegar dan pasrah, namun raut kesedihan sang bapak tak dapat disembunyikan.

“Firasat dan petanda atas kepergian ketigal putra sudah dirasakan sejak tiga hari sebelumnya,” ungkap Madra’i.

Akan tetapi pertanda itu dianggapnya hal yang biasa. Namun Rabu pagi, semua terjawab setelah dirinya mendengar kabar duka setelah satu jam kepergian ketiga anaknya dan menantu wanitanya yang berpamitan untuk pulang ke Pontianak.

Untuk itu, Orang tua korban memohon maaf jika ketiga anaknya Harun Arasyid, Deki Wahyudi,dan Irfan Saputra jika mempunyai kesalahan dalam bergaul dan bertutur kata.

Harapanya semoga ketiga putranya mendapat tempat yang layak disisi Allah Swt.

“Manusia hanya punya rencana tapi Allah maha penentu segalanya, ini ujian dan cobaan terbesar dalam keluarga kami tapi semua kita kembalikan pada kuasa ilahi,” tuturnya.

Lebih dalam dirinya merasa ikhlas atas kepergian ketiga anaknya secara bersama sama, sebab Dirinya yakin tak ada cobaan yang diberikan Allah diluar batas kemampuan hambanya.

Sementara sang kakak Naila hanun, menceritakan kepada B-one Tv, ada tingkah laku yang aneh dari ketiga saudaranya di hari-hari sebelum kepergiannya. Mereka bertiga selalu berkeinginan untuk berfoto bersama menggunakan baju kopel berwarna putih agar selalu kompak.

“Saya tak menyangka bahwa berfoto bertiga dan memakai pakain serba putih itu adalah suatu petanda dan menjadi foto kenangan terakhir mereka,” tutupnya dengan penuh kesedihan. (Hamzah)