Dinas Perdagangan Kapuas Coba Kembangkan Produk Kerajinan Bonggol Jagung

oleh
Kepala Dinas PPUK Kapuas, H Suparman, menunjukan contoh produk kerajinan tangan dari bahan bonggol jagung

KUALA KAPUAS – Dinas Perdagangan, Perindustrian, UKM dan Koperasi (PPUK) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah berencana mengembangkan produk hasil kerajinan tangan dari bahan bonggol jagung di daerah setempat.

Menurut Kepala Dinas PPUK Kapuas, H Suparman, di daerah lain produk kerajinan tangan dari bahan bonggol jagung ini sudah berkembang dan berproduksi memenuhi pasar-pasar permintaan masyarakat. Karenanya, Dinas PPUK Kabupaten Kapuas ingin mencoba mengembangkan usaha kerajinan itu di Kabupaten Kapuas.

“Tahun 2018 nanti, kita coba akan kembangkan ini, yang dimulai dengan melaksanakan pelatihan untuk masyarakat,” ujarnya di Kuala Kapuas, Senin (20/11/17).

Adapun masyarakat yang diikutkan dalam pelatihan mengolah produk kerajinan tangan dari bahan bonggol jagung tersebut, adalah mereka yang mempunyai motivasi cukup tinggi untuk menumbuhkan daya kreativitas dan imajinasi bagaimana bonggol jagung bisa dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan.

“Limbah jagung ini akan bermanfaat jika ditangani oleh orang-orang kreatif,” ujarnya.

Suparman berharap usaha ini dapat berkembang di Kapuas, karena bonggol jagung sangat banyak dan sangat sayang jika dibuang begitu saja dan tidak dimanfaatkan. Adanya usaha kerajinan ini, menurut Suparman juga dapat menjadi sebuah kegiatan yang bisa mendukung program lingkungan hidup.

“Yaitu dengan penggunaan limbah-limbah bahan tanaman ini (jagung) yang bisa dimanfaatkan dan tidak habis begitu saja atau busuk dan tidak bermanfaat sama sekali,” imbuhnya.

Nah, dengan adanya usaha kerajinan tangan dari bonggol jagung ini diharapkan nanti tumbuh daya kreativitas masyarakat dalam pengembangannya baik bentuk, desainnya dan motif.

“Kalau nanti pasarnya semakin bagus dan merambah ke seluruh eleman masyarakat dan bisa dipenuhi dalam bentuk banyak, akhirnya akan meningkatkan pendapatan asli masyarakat dan juga dapat menyumbangkan pendapatan asli daerah. Jadi, kesana nanti arahnya,” terang Suparman seraya berharap dukungan Pemda dan DPRD setempat. (irs)