Air Sungai Barito Naik, Pekerjaan Jembatan Terus Dilaksanakan

oleh
Ketinggian air sungai barito nampak terus meninggi, tapi pekerjaan jembatan di Jalan Panglima Batur, terus dikebut, Senin (20/11/17)

MUARA TEWEH –  Beberapa hari belakangan, ketinggian air di Sungai Barito terus mengalami kenaikan. Bahkan beberapa perkampungan warga ada yang terendam banjir, seperti di Kecamatan Lahei.

Tingginya air juga berimbas pada pembangunan jembatan penyeberangan di Jalan Panglima Batur, Kota Muara Teweh. Kendati air naik, tapi pengerjaan jembatan terus dilakukan, terutama pada bagian tiang atas untuk dilakukan pengecoran.

Bupati H. Nadalsyah ketika ditemui selesai paripurna, Senin (20/11/17) mengatakan, sesuai dengan kontrak, maka pengerjaan jembatan optimis selesai tepat waktu. Apalagi pemerintah daerah telah menganggarkan lagi biaya sebesar Rp15 miliar, agar seluruh pengerjaannya rampung.

“Sebelum masa jabatan saya  berakhir, maka pembangunan jembatan selesai pada waktunya,” kata Nadalsyah.

Nadalsyah mengakui, kendala di lapangan dalam melakukan pekerjaan, diantaranya adanya ketinggian air Sungai Barito. Sehingga hal ini sangat menyulitkan kontraktor.

“Tapi untuk bagian yang lain terus dikerjakan, sambil menunggu air surut,” tuturnya.

Yang jelas, saat ini pekerjaan tetap dilanjutkan kendati mengalami kendala. Hal ini tidak lain guna melakukan percepatan. Sebab  mereka juga terikat kontrak waktu pelaksanaannya.

Terkait dengan pembangunan jembatan, selain penyelesaian yang ada, Pemerintah daerah juga secara bertahap membangun jembatan di beberapa Kecamatan lain, khususnya di wilayah perdesaan.

“Pembangunan yang dilaksanakan secara bertahap, lantaran ketersediaan anggaran terbatas. Sehingga ini menjadi kendala. Tapi apa yang diharapkan masyarakat tentang jembatan di wilayah perdesaan nantinya akan dibangun,” pungkasnya. (Bani)