Restorasi Lahan Gambut di Kalbar Dirancang Untuk Kesejahteraan Rakyat

oleh
Suasana sosialisasi restorasi gambut tingkat Kabupaten Provinsi Kalimantan Barat 2017. Foto : Arief

PONTIANAK – Restorasi lahan gambut pada dasarnya adalah untuk menciptakan kemandirian ekonomi rakyat, dalam Program ini negara hadir menciptakan format kemitraan antara pemerintah dan masyarakat tentang bagaimana cara memanfaatkan dan mengelola lahan gambut sehingga bernilai ekonomis, disamping mengajak masyarakat menjaga lahan gambut agar tidak lagi menimbulkan bencana asap, yang berdampak ke negara tetangga.

Demikianlah hal itu dipaparkam Prof. Dr. Ir. Gusti Hardiansyah, M. Sc, disela-sela kegiatan Sosialisasi Restorasi Lahan Gambut Tingkat Kabupaten se- Kalbar di Hotel Dangau, Sabtu (18/11/17).

Sebagai pakar ahli dalam Tim Badan Restorasi Gambut Daerah Kalbar, bekerja sama dengan Pemerintah Kalbar dan Fakultas Kehutanan Untan Hardiansyah menjelaskan, bahwa Badan Restorasi Gambut (BRG) RI terbentuk tahun 2017 dimasa pemerintahan Jokowi.

“Lembaga ini bertujuan mengelola agar bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat, disamping untuk memcegah agar tidak terjadi bencana asap,’ jelasnya.

Menurut Hardiansyah, untuk mengelola anggaran negara yang terbatas ini, maka dirancanglah sebuah konsep dengan skala prioritas, yaitu dengan mengacu pada sample data tahun 2015 dan 2016. Dari data tersebut maka dibuatlah tahapan kerja yang lebih efektif dan efisien sebagai berikut : 1. Reweting, yaitu bagaimana kita membasahi lahan gambut, agar tidak menimbulkan kerusakan berdampak terhadap lingkungan;  2. Revegetasi, yaitu melakukan penanaman kembali, sehingga lahan yang telah rusak dapat dipulihkan kembali seperti pada kondisi awal; 3. Revitalisasi, yaitu dikaitkan dengan sosial ekonomi, terutama masyarakat yang berada di areal hutan agar dapat mengelola lahan gambut baik dihutan produksi maupun hutan lindung agar dapat menjadi lahan pertanian atau perikanan, sehingga masyarakat menjadi mandiri. Dengan ekonomi yang meningkat, sehingga masyarakat tidak merusak lingkungan, bahkan memberikan support terhadap kelestarian lingkungan.

Sasaran untuk 5 tahun ini adalah Kalbar salah satunya, pada tahun 2017 ini ada 3 Kabupaten, yaitu Kubu Raya, Mempawah dan Landak. Untuk tahun 2018-2020, targetnya akan ditingkatkan menjadi 6 Kabupaten yaitu, Kayong Utara, Ketapang, serta Sambas. Dari 6 Kabupaten tersebut telah dibuat perencanaan geospasial untuk penerapan teknologi serta metodologi penggarapan.

Saat ini negara telah menganggarkan ada sekitar 42 milyar rupiah, untuk didistribusikan ke Kabupaten yang telah menjadi prioritas.

“Semua itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (Arief)