Identitas Mayat Masih Misterius, Ini Hasil Visum Mr. X

oleh
Pakaian Milik Mr. X

SANGGAU – Sejak ditemukan Kamis (16/11) kemaren di sekitar Sungai Mawang Jalan raya Sanggau-Bodok, identitas mayat Mr. X masih misterius.

Kapolres Sanggau, AKBP Oki Waskito mengatakan, mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan dua bocah asal Dusun Sungai Mawang, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau kemarin, sudah dilakukan visum oleh dokter piket RSUD M.Th. Djaman.

“Visum terhadap mayat yang ditemukan sudah membusuk itu, dilakukan dokter piket Rumah Sakit Umum Sanggau, pada tanggal 16 november 2017 sekitar jam 20.30 wib di ruangan jenazah,” kata Oki dihubungi wartawan Jumat (17/11/17).

Kapolres menjelaskan, saat ditemukan, mayat Mr. X menggunakan baju jas warna hijau lengan panjang, baju kaos bekerah warna belang hijau, putih, dan hitam berlengan pendek, mengunakan training warna biru dengan les warna merah dan putih, dan menggunakan celana dalam warna biru tua.

Hasil visum sementara, jelas Oki, tinggi korban 163 centimeter, kulit telapak kaki sebelah kanan mayat terlepas, lebam mayat di sekujur tubuh korban, lengan bagian sebelah kanan korban patah, tanda luka lecet atau gores tidak ditemukan di tubuh korban karena kulit tubuh korban sudah mengelupas, rambut dan jenggot korban sudah beruban, terdapat bekas luka di alis sebelah kiri dengan diameter panjang 3 centimeter, mata korban sudah menjulur keluar dan membengkak, lidah korban menjulur keluar dan membengkak dan gigi ompong tinggal satu.

“Kondisi korban saat divisum sudah dalam keadaan membengkak dan membusuk,” kata Oki.

Untuk mengungkap identitas mayat tersebut, menurut Kapolres tidak bisa lewat KTP Elektronik. Hal itu mengingat sidik jari mayat sudah tidak bisa diambil.

“Tim Ident Polres Sanggau sudah coba ambil sidik jari namun tidak bisa karena kulit mengelupas,” tutur Oki.

Oki Waskito menduga mayat yang ditemukan itu korban tabrak lari.

“Dari hasil visum dan barang-barang yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara diduga korban tabrak lari. Namun masih perlu pendalaman lebih lanjut,” bebernya.

Kapolres menambahkan, bila dalam waktu 24 jam setelah mayat ditemukan tidak ada keluarga yang melaporkan (kehilangan keluarga), akan dimakamkan. Dengan pertimbangan kondisi jenazah akan tambah parah. (iin)