Tanggapi Kasus Fidelis di Sanggau, Legislator Komisi III DPR RI Minta Kepala BNNK Diganti

oleh
Fidelis saat diperiksa terkait kasus penggunaan ganja untuk keperluan Medis

SANGGAU – Anggota DPR RI, Erma S Ranik menyambut baik hari pembebasan Fidelis Arie Sudewarto (36) pada 16 November 2017. Anggota Komisi III DPR RI itu menyampaikan bahwa Kasus Fidelis memperlihatkan bahwa kita semua harus memberi ruang yang lebih besar pada penelitian yang terukur dari pemanfaatan ganja untuk kesembuhan.

“Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan harus memfasilitasi penelitian ini dengan serius,” ujar Anggota DPR Dapil Kalbar itu melalui pernyataan pers yang diposting diakun facebook pribadinya, Kamis (16/11/17).

Menurut legislator Partai Demokrat ini, perjalanan kasus Fidelis hingga vonisnya, memperliatkan BNN Sanggau selaku aparat penegak hukum harus dievaluasi dengan serius.

“Fakta-fakta persidangan memperlihatkan adanya ketidak mampuan intelejen dan lemahnya kualitas aparat BNN dalam melakukan penyidikan kasus Fidelis. Karenanya, BNN pusat hendaknya segera mengganti Kepala BNN Sanggau yang terbukti tidak berkualitas,” kata Erma.

Masih melalui pernyataan persnya, ia mengapresiasi tuntutan jaksa dan vonis hakim.

“Saya mengapresiasi tuntutan jaksa penuntut umum dan vonis hakim yang dibawah tuntutan minimal 5 tahun. Ini memperlihatkan keyakinan jaksa dan hakim atas keberpihakan terhadap kebenaran dan rasa keadilan. Bukan semata-mata kepastian hukum,” tulis Erma.

Erma juga berjanji akan membawa kasus Fidelis ini dalam pembahasan RUU Kitab UU Hukum Pidana di Senayan.

“Momentum kasus Fidelis akan saya jadikan catatan khusus terkait sedang berlangsungnya pembahasan RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang sedang berlangsung di Komisi 3 DPR RI, Undang-Undang Narkotika termasuk pada bagian tindak pidana khusus yang akan menjadi bagian dari Buku II KUHP kita kelak,” pungkasnya.

Erma saat dikonfirmasi wartawan membenarkan postingan pernyataannya itu kepada awak media.

“Benar itu pernyataan saya,” jawabnya singkat. (Indra)