Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Banjar Masih Tinggi

oleh
Ilustrasi Kejahatan Narkoba. Foto : bengkulutoday.com

BANJAR – Dilihat dari rekapitulasi data kasus narkoba Satuan Narkoba Polres Banjar dalam satu tahun terakhir penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan masih sangat tinggi.

Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete melalui Kepala Satuan Resnarkoba Polres Banjar, Iptu Achmad Jarkasi, SH menuturkan bahwa kabupaten banjar adalah kantong kota dalam kasus narkoba, karena banyaknya pelaku tindak pindana kejahatan serta pengedar dan pemakai penyalah gunaan narkoba yang berada di wilayah Kabupaten Banjar.

“Kabupaten banjar adalah sebagai penyangga Kota Banjarmasin, yg merupakan wilayah paling banyak penduduknya di banding kabupaten lain atau merupakan kantong masyarakat di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, dimana tindak kejahatan sangat tinggi dan juga menjadi TKP para pengedar dan pemakai penyalahguunaan narkoba”, ungkap Jarkasi, Kamis (16/11/17).

Iptu Achmad Jarkasi, SH melanjutkan, dari hasil rekapitulasi data ungkap kasus narkoba Polres Banjar dan jajarannya, pada bulan Januari sampai dengan Oktober 2017 ada 205 kasus tindak pidana dengan 239 orang tersangka. Barang bukti yang terdata diantaranya sabu 102,49 gr, ekstasi 24 1/2, golongan IV 1.325 butir dan sejumlah barang bukti obat keras dafrat G diantaranya caenophen 41.112 butir, dextro 1.515.036 butir dan simadril 8.155 butir.

Dengan adanya recana Pemerintah Kabupaten Banjar untuk membentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), Kasat Resnarkoba sangat mendukung hal tersebut.