Polres Sanggau Tindaklanjuti Temuan Beras Oplosan

oleh
Kasat Intelkam Polres Sanggau

SANGGAU –  Kasat Intelkam, Polres Sanggau, Iptu Suprato menjelaskan, terkait masalah dugaan beras plastik, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disperindagkop dan Dishangpang Hortikan Sanggau untuk disikapi, karena menyangkut upaya penanggulangan dari Satgas pangan.

“Karena ini termasuk hal yang paling vital yaitu beras. Kita akan melakukan langkah-langkah bersama Satgas pangan,” katanya, Selasa (14/11/17).

Temuan ini, jelas Kasat, sudah diamankan di Polres Sanggau. Barang bukti diantaranya beras sisa dari karung, butiran plastik yang ditemukan juru masak dan beras yang sudah dimasak.

“Langkah lain beras yang ada di toko tidak boleh dijual sampai nanti ada tindak lanjut termasuk yang ada di gudang,” tutur Kasat.

Suprapto mengaku sudah melakukan pengecekan ke toko pengecer beras yang diduga bercampur dengan plastik. Setelah di cek terhadap 1 karung yang diambil dari toko belum ditemukan. Namun barang ini ditemukan konsumen pada saat dia memasak beras tersebut kurang lebih 1 kaleng susu kecil.

“Sumber beras ini berasal dari CV AB di Pontianak. CV AB diketahui sudah tiga kali melakukan pengiriman di toko Cahaya Intan,” katanya.

Berdasarkan informasi dari hasil pengembangan pengiriman beras dilakukan pengecer terhitung mulai (27/10/17) sebanyak 150 karung, (06/11/17) sebanyak 20 karung, dan (10/11/2017) sebanyak 100 karung. Selanjutnya barang ini sebagian disimpan digudang, ditoko dan sebagian juga sudah terjual.

Tindak lanjut dari kepolisian adalah mendatangi toko penjualnya di sana dan ditemukan sebanyak 47 karung.

“Satu karung dibawa ke Polres sebagai sampel. Di gudang milik orangtua lasarus ditemukan 192 karung yang masih tersimpan dan ini sudah diamankan,” jelasnya.

Kasat Intelkam, Polres Sanggau mengimbau kepada masyarakat, bahwa untuk sementara ini, dugaan beras plastik masih dalam penanganan kepolisian.

“Diharapkan masyarakat tidak panik,” katanya.

Kasat mengingatkan, apabila ditemukan barang ini, dengan sesegera mungkin melaporkan kepada pihak kepolisian untuk menambah bukti-bukti otentik dari penemuan beras bercampur plastik. Selain itu, para pedagang diminta untuk berhati-hati menjual barang kepada konsumen.

“Hati-hati dan benar-benar dicek berasnya, supaya tidak mengecewakan konsumen,” pesannya..

Kasat menilai hal ini sangat vital, karena beras merupakan makanan pokok dari masyarakat. Sehingga temuan ini, kata Kasat sudah diamankan di Polres. Barang bukti di antaranya beras sisa dari karung, butiran plastik yang ditemukan juru masak dan beras yang sudah dimasak. (indra)