Ini Penjelasan Pemilik Agro Abadi Tentang Temuan Beras Bercampur Plastik yang Beredar di Sanggau

oleh
Budi, Pemilik CV. Agro Abadi, perusahaan pendistributor beras. Foto : Dody

PONTIANAK – Pemilik CV. Agro Abadi, Budi Hartono membantah bahwa beras milik perusahaannya yang beredar di kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat tidak benar bercampur bahan plastik.

Menurut Budi, yang ditemui B-ONETV diruang kerjanya di Pontianak, Selasa (14/11/17), bahwa sudah puluhan tahun lamanya ia menjadi distributor beras, dan selama itu ia selalu memasarkan beras yang benar-benar berkualitas dan terjamin keasliannya.

“Selama berdagang beras saya tidak pernah curang, sungguh tidak masuk akal dan tidak benar jika saya mencampur beras itu dengan butiran plastik, yang jelas saya pun belum pernah melihat bahan plastik yang bercampur di dalam beras yang beredar itu,” ujarnya.

Budi pun mengaku bahwa ia tidak mengetahui dan mengerti bagaimana bisa ada plastik berada di dalam karung beras di Sanggau.

“Tidak mungkin perusahaan yang sudah lama berdagang beras mencampur berasnya dengan plastik karena itu akan merusak merk perusahaan,” ujarnya.

Ia pun merasa keberatan, dengan munculnya pemberitaan seperti itu pada beras yang bahan bakunya didapatkan dari pulau jawa dan sulawesi.

“Beras itu harganya 10 ribu perkilo, sementara plastik 30 ribu perkilo, jelas plastik harganya lebih mahal daripada beras. Jika dicampur manfaat dan keuntungan buat perusahaan tidak ada, perusahaan malah rugi,” ujarnya

Selama ini pun, kata Budi, beras yang dipasarkannya selalu dikemas dengan baik.

“Beras A5 super itu adalah beras unggulan, dan beras ini disortir dengan amat baik sebelum diedarkan dipasaran,” terangnya.

Dikatakan Budi, jika memang benar ditemukan adanya butiran plastik di dalam beras A5 Super milik perusahaanya, bisa jadi itu ada hubungannya dengan persaingan bisnis antar sesama pedagang beras.

“Bisa jadi ada indikasi persaingan bisnis antar sesama pedagang, dan itu adalah ulah oknum yang memasukan bahan plastik ke dalam beras yang telah dikemas,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, warga di Sanggau dihebohkan dengan penemuan beras berbahan plastik yang beredar dipasaran, Selasa (14/11/17). (Dody/Dedek)