Ingin Jual Rumah Ibadah di Medsos, Warga Singkawang Ini Diamankan Polisi

oleh
Edy Thung, saat diapit polisi

SINGKAWANG – ET harus berurusan dengan jajaran Polres Singkawang, lantaran menuai polemik di Media Sosial, dimana melalui akun FB miliknya menuliskan status akan menjual salahsatu masjid yang ada di Kota Jakarta, di grup Pontianak Informasi beberapa hari yang lalu.

Akibat postinganya tersebut, ET mendapat beragam kecaman dari para netizen. Sehingga ET terpaksa diamankan anggota Polres Singkawang.

“Hal ini kita lakukan guna mengantisipasi hal – hal yang tak diinginkan. Sehingga kita amankan ET,” ungkap Kapolres Singkawang, AKBP Yuri Nurhidayat, Selasa (14/11/17).

Namun, berdasarkan penyidikan dari pihak kepolisian, ET tidak mengaku jika FB yang memposting tulisan tersebut bukan merupakan akun aslinya.

“Jadi yang digunakan di media sosial itu bukanlah akun aslinya, tapi orang yang menggunakan nama dan foto dia untuk memposting hal-hal yang tidak dibenarkan tersebut,” ujarnya.

Sehingga, untuk mengetahui kebenarannya, pihak kepolisian menyita ponsel ET guna mengecek kebenarannya, apakah FB yang bersangkutan benar-benar dibajak atau diretas.

“Dan ET sepertinya ketakutan dengan adanya postingan tersebut. Sehingga ET menelpon pihak kepolisian, untuk memberikan klarifikasi terkait hal tersebut,” tuturnya.

Karena ET sudah diamankan pihak kepolisian, untuk itu Yuri berpesan kepada masyarakat agar tidak lagi merasa resah. Karena hal itu sudah ditangani pihak kepolisian.

“Jadi biarlah pihak kepolisian yang menindaklanjutinya,” pinta Kapolres.

Apalagi, hal serupa juga pernah terjadi, dimana ada salah satu pengguna FB dituduh ingin menjual Masjid Raya Singkawang.

“Kasusnya ini sama, dimana akunnya diretas orang tak bertanggungjawab, sehingga memancing situasi yang sudah kondusif menjadi tidak kondusif,” jelasnya.

Dia juga mengimbau agar seluruh pengguna media sosial agar bijak dalam menggunakan media sosial.

“Berikanlah sesuatu yang membawa kedamaian. Bukan memberikan hal-hal yang justru membuat perpecahan di Kota Singkawang,” katanya.

Untuk seluruh warga Kota Singkawang, Polres Singkawang telah memiliki unit “Cyber Patrol” yang akan memonitoring aktivitas masyarakat di dunia maya termasuk di media sosial.

“Apabila ditemukan indikasi ujaran kebencian atau hoax, maka akan kita tindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya. (jarwok)