Pembangunan Bandara Trinsing Terus Dikebut

oleh
MUARA TEWEH –  Penyelesian pembangunan bandara di Desa Trinsing Kecamatan, Teweh Selatan terus dikebut,  dimana sejumlah fasilitas pendukung akan diselesaikan.
Untuk saat ini mega proyek dengan alokasi anggaran ratusan miliar tersebut dilakukan pengerjaan beberapa tahun dengan menggunakan APBN dari Kementerian perhubungan.
Saat ini panjang landasan pacu secara keseluruhan berjumlah 2.400 meter, dan yang baru disempurnakan kurang lebih 1.400 meter. Sehingga dengan sisa tersebut, maka secara bertahap dilakukan penyempurnaan untuk angkutan peaswat besar.
Bupati Barito Utara Nadalsyah saat acara syukuran jemaah haji di gedung balai antang, Jumat (10/11/17) mengatakan, bandara Trinsing merupakan proyek pusat, sementara daerah hanya mengusulkan.
Menurutnya, tahun ini sejumlah fasilitas telah dikerjakan berupa pembangunan pagar dan pembenahan terminal penumpang dimana bandara akan selesai pada tahun 2018.
Kemudian setelah selesai, maka pada tahun 2019 nanti sudah bisa digunakan untuk pendaratan pesawat, hal ini  juga nantinya dipakai untuk angkutan penumpang, diantaranya juga angkutan para jemaah haji asal Barut.
“Bila bandara sudah beroperasi, maka jemaah haji  kita tidak lagi melalui jalan darat yang cukup melelahkan hingga sampai diembarkasi banjarmasin,” kata Nadalsyah.
Adanya pesawat nanti, diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan, baik ke Palangkaraya, juga Banjarmasin dan bahkan luar Kalimantan.
“Dengan beroperasinya angkutan penumpang nanti, maka diharapkan perekonomian bisa lebih meningkat,  sebab di wilayah Barito ada beberapa kabupaten,” pungkasnya. (Bani)