Jembatan Pengubung Desa di Kabupaten Banjar Kondisinya Memprihatinkan, Ini Ungkapan Warganya..

oleh
Salahsatu Jembatan yang kondisinya buruk

BANJAR – Sejumlah Jembatan penghubung antar desa di tiga kecamatan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan kondisinya memprihatinkan.

Abdurahman, warga Desa Sungai Pinang Lama, Kecamatan Sungai, Tabuk Kabupaten Banjar, kepada B-ONETV, Sabtu (11/11/17) menceritakan selain tidak memiliki pagar pengaman, lantai jembatan dari kayu Ulin juga sudah banyak yang rapuh. Tak jarang, warga lepas kendali dan tercebur ke sungai saat melintas diatasnya.

“Jembatan Ulin yang membentang diatas sungai Tapang, memang sangat memprihatinkan,” jelas Abdurahman.

Hal senada juga diutarakan H.Sahlianor, Kepala Desa Lok Baintan Dalam, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Diutarakannya, kondisi jembatan penghubung antar desa yang ada di wilayahnya tak jauh berbeda dengan desa lainnya yang ada di kawasan pinggiran.

Untuk melintas di Jembatan yang menghubungkan Desa Tandifah dan Desa Paku Alam tersebut, tutur Kepala Desa Lok Baintan Dalam, perlu kewaspadaan yang super. Mengingat tiang jembatan sudah bergoyang dan jembatan tanpa pagar pengaman di sisi kiri kanannya.

Yang mencengangkan lagi jembatan sepanjang 35 meter di Desa Layap Baru Kecamatan Tatah Makmur. Sudah tidak berbentuk jembatan, juga rawan untuk dilintasi

“Pembangunan jembatan penghubung antar desa, semestinya ada perhatian dari Pemkab Banjar,” beber Didin Akhmad, Kades Desa Layap Baru.

Untuk itu ia berharap, program pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di kawasan pinggiran harus diprioritaskan. Kalau tidak, pemarataan hasil pembangunan tidak berlaku adil dan menyentuh warga di pinggiran, imbuhnya. (Muji)