Puskepi Pertanyakan Dasar Penetapan Lokasi Pembangunan SPBU BBM Satu Harga

oleh
Ilustrasi - BBM

PONTIANAK – Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) mempertanyakan terkait kebijakan pemerintah untuk menetapkan lokasi pembangunan SPBU BBM satu harga, agar tidak dibangun diluar wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

“Jangan sampai dibangun di luar wilayah kawasan 3T, apalagi oleh pihak swasta yang menjual BBM satu harga, nanti berapa harga BBM yang dijual tersebut. Kata Sofyano Zakaria, Direktur Puskepi kepada B-ONETV, Kamis (09/11/17).

Hal itu, terangnya, akan menjadi pertanyaan apakah harga jual BBM-nya sama. Yakni untuk BBM premium Rp 6.450 per liter, dan solar subsidi sebesar Rp 5.150 per liter.

“Misalnya, di Kabupaten Bengkayang, Kalbar, maka bisa saja jarak antara satu SPBU dengan SPBU lainnya hanya sekitar 70 kilometer. Karena jarak antar SPBU sangat jauh, maka ada masyarakat yang ambil kesempatan membeli BBM dari SPBU dan menjual kembali BBM itu ke umum, dengan harga yang tinggi katakan Rp 30 ribu per liter. Maka apakah gara-gara beberapa penjual BBM ilegal itu, maka pemerintah lalu meminta Pertamina atau swasta segera bangun SPBU untuk BBM satu harga,” ungkapnya.

Sehingga, dirinya mempertanyakan, bagaimana nasib SPBU yang ada di sana yang mungkin belum kembali modalnya karena di daerah pembeli BBM di SPBU tersebut sangat minim.

“Setahu saya SPBU yang ada mulai dari Pontianak menuju Sambas banyak yang sepi, nah bagaimana lagi dengan SPBU di wilayah Jagoi, Kabupaten Bengkayang perbatasan Kalbar-Malaysia sana. Jadi apakah dengan dibangunnya SPBU baru untuk program BBM satu harga, itu dinilai sebagai program perwujudan BBM satu harga,” Tanyanya.

Jika demikian, lanjutnya, bisa jadi di Pulau Jawa kedepan bisa diminta ada SPBU BBM satu harga, ketika ada banyak pengecer ilegal jual BBM dengan harga di atas harga penetapan pemerintah.

“Jika sudah ada SPBU BBM satu harga pun, namun jika ternyata SPBU-nya hanya operasional hingga setengah hari saja, toh akhirnya konsumen membeli BBM ke pengecer ilegal dengan harga yang mahal, maka bagaimana alasan dibangunnnya SPBU BBM satu harga tersebut,” katanya.

Dan saat ini, dirinya mencatat khusus di Bengkayang, ada kurang lebih 8 SPBU, terlebih dengan diresmikannya SPBU AKR, beberapa hari lalu, sehingga keberadaan SPBU tersebut bukanlah yang satu-satunya di wilayah tersebut.

“Nah, dengan diresmikannya SPBU AKR sebagai SPBU BBM satu harga tersebut, tentu menjadi pertanyaan BBM jenis apa yang dijual oleh SPBU tersebut,” pungkasnya. (Budi)