Dana Desa Diharapkan Desa Jadi Mandiri

oleh
Anggota DPR RI Rahmat Nasution Hamka didampingi wakil Bupati Ompie Herby saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media, Kamis (09/11/17)

MUARA TEWEH – Keberadaan alokasi dana desa yang disalurkan pemerintah setiap tahun, akan membawa dampak bagi kehidupan masyarakat di wilayah masing masing.

Apalagi, psaat ini penggunaan dana desa telah dilakukan pengawasan dari aparat penegak hukum, seperti kepolisian. Dimana sebelumnya telah dilakukan penandatanganan kesepahaman antara Menteri Desa bersama Kapolri.

Pengawasan ini nanti bisa lebih baik,  agar prsoes pembangunan dan dana yang dikeluarkan lebih transparan. Bila terjadi penyimpangan tentu ini sudah menjadi ketentuan penegak hukum dalam proses selanjutnya.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Rahmat Nasution Hamka,  kepada sejumlah wartawan Kamis (09/11/17) di Muara Teweh mengatakan, maksud dan tujuan pemerintah mengalokasikan dana desa, adalah agar setiap desa dapat mengelola anggaran.

Namun dalam prosesnya saat ini, masih dianggap belum maksimal. Sehingga diperlukan bimbingan secara tehknis dalam penggunaan. Baik untuk pembangunan di wilayah juga masalah lainnya.

Dengan adanya bimbingan kepada seluruh kepala desa diharapkan nanti dapat lebih baik. Sebab, dana desa nantinya bisa saja terhenti karena ini sipatnya bukan berkelanjutan. Oleh sebab itu, dana yang diberikan dipergunakan sebaik baiknya.

Maksud dan tujuan disalurkannya dana desa juga agar bisa mandiri. Karenanya desa diberikan penuh kewenangan dalam pengelolaannya. Seperti untuk infrastruktur juga usaha lainnya. Oleh sebab itu, desa juga dituntut mendirikan  Badan Usaha Milik Desa, seperti perkebunan dan usaha lainnya. Agar nanti usaha tersebut bisa berkembang.

“Jadi dengan adanya badan usaha milik desa, bisa menghasilkan keuntungan dan tidak lagi ketergantungan dengan dana pemerintah,” kata Anggota DPR RI asal Kalteng ini.

Menurutnya, dengan adanya keuntungan yang diperoleh dari badan usaha, nantinya dapat lebih mandiri dan desa sudah mampu mengelola sendiri, baik untuk pembangunan infrastruktur juga ekonomi.

“Apalagi wilayah Kalteng sangat terbuka untuk usaha seperti perkebunan dan lainnya,” pungkas Rahmat. (Bani)