Curi Sepeda Motor, Anak Dibawah Umur Divonis 1,5 bulan

oleh
Ilustrasi : Putusan hakim

SANGGAU –  AT (17) dan Igo (16) yang keduanya merupakan warga Dusun Musan, Desa Hibun, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau divonis 1,5 bulan atas kasus pencurian sepeda motor yang dilakukannya pada tanggal 30 Juli 2017 lalu.

Vonis dibacakan langsung oleh hakim tunggal John Malvinoa Seda Wea di Pengadilan Negeri Sanggau, Kamis (09/11/17) sekitar pukul 13.30 Wib. Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut 1 tahun penjara dan pelatihan selama 6 bulan di Lapas Anak.

Meskipun sebelumnya sudah melakukan perdamaian antara pelaku dengan korban, proses persidangan tetap berjalan. Karena pertimbangan kearifan lokal dan nilai-nilai sosial masyarakat.

“Hakim berpendapat “ultimum remidium” yang artinya hukum pidana jalan terakhir, karena sudah melakukan perdamaian. Dan saya mendukung pendapat hakim karena memang fakta persidangannya seperti itu,” kata Penasehat Hukum terdakwa, Munawar Rahim, SH ditemui usai persidangan.

Sebagai penasehat hukum, Dia mempertanyakan proses persidangan yang mengenyampingkan upaya diversi.

“Pada fakta persidangan, sudah ada jalan damai yang tertuang dalam berita acara yang ditandatangani kedua belah pihak disaksikan pengurus adat Desa setempat, seharusnya masalah ini sudah clear karena sudah membayar tuntutan adat disertai pemaafan dari korban, mestinya jangan sampai masuk ranah peradilan,” jelas Munawar.

Dijelaskan Munawar, keadilan Restoratif merupakan suatu proses Diversi, yaitu semua pihak yang terlibat dalam suatu tindak pidana tertentu bersama-sama mengatasi masalah serta menciptakan suatu kewajiban untuk membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik dengan melibatkan korban, anak, dan masyarakat dalam mencari solusi untuk memperbaiki, rekonsiliasi, dan menenteramkan hati yang tidak berdasarkan pembalasan.

“Jalan yang tepat terhadap kasus yang melibatkan anak mestinya diversi. Dan  berdasarkan undang-undang nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak juga diatur,” terangnya.  (indra)