Dengan Alasan Koorperatif, Polda Kalteng Tidak Menahan JT

oleh
Kasubdit 3 Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalteng, AKBP Dodo, SIK, saat menggelar pres rilis

PALANGKA RAYA  – Walaupun Polda Kalteng, telah menetapkan tiga tersangka, JT, DL dan LJ, dalam kasus arisan online bodong, namun ternyata JT,  yang diduga merupakan anak pejabat di Kalimantan Tengah, tidak ditahan, dengan alasan karena selama dilakukan penyidikan lebih kooperatif, dibanding dua tersangka lain, yakni DL dan LJ.

“Kami dalam menangani kasus ini tidak memandang anak siapa. Tapi kami menangani kasus tersebut secara profesional. Kami selaku penyidik ketika melakukan penahanan atau tidak mempunyai pertimbangan-pertimbangan,” kata Kasubdit 3 Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalteng, AKBP Dodo, SIK, saat pres rilis, Selasa (07/11/17).

Dengan pertimbangan dari sisi obyektif  memang bisa dilakukan penahanan. Tapi secara subyektif, untuk DL dan LJ,  yang bersangkutan harus dilakukan penahanan karena penyidik belum yakin keduanya bakal kooperatif seperti JT.

“Sedangkan JT, kami selalu penyidik secara subyektif melihat, bahwa yang bersangkutan kooperatif,  keluarga jelas dan barang bukti kita lakukan penyitaan dengan baik, sehingga kami tidak melakukan penahanan. Kami tidak khawatir tersangka melarikan diri,” ujarnya.

Penyidik telah menyita sejumlah barang bukti, seperti telepon seluler, buku tabungan, sejumlah bendel slip koran, kuitansi, kartu ATM dan sertifikat. Ketiganya dijerat pasal 378, 379 (a) dan 372. Sebanyak 118 orang menjadi korban dalam kasus tersebut, dengan kerugian diatas Rp 2 miliar. (tva)