Siswa Dibebankan Fotocopy Buku Paket, Orangtua Pertanyakan Dana BOS

oleh
Ilustrasi - Dana BOS

SANGGAU – Sejumlah orang tua siswa Sekolah Dasar di Kota Sanggau mengeluhkan fotocopy buku paket yang dibebankan kepada anak-anak mereka. Menurut para orang tua, fotocopy buku paket tersebut sudah berlangsung cukup lama. Oleh karenanya, mereka mempertanyakan kemana dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) yang diberikan Pemerintah untuk membiayai operasional siswa.

“Setahu saya, Pemerintah Pusat mengucurkan dana yang tidak sedikit untuk mewujudkan sekolah gratis,” kata Handayani, orang tua salah satu siswa kepada B-ONETV.ID, Minggu (05/11/17).

Dia berharap Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait segera menindaklanjuti keluhan orang tua siswa, agar orang tua siswa tidak lagi dibebankan dengan urusan yang sebenarnya sudah ditanggung pemerintah.

“Saya kasihannya siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, kalau setiap mata pelajaran disuruh fotocopy lumayan juga besarnya. Iya kalau pas lagi ada uang, kalau pas lagi tidak ada, kan kasihan orang tua mereka,” katanya.

Sementara itu, pengamat hukum Kabupaten Sanggau, Abdul Rahim, SH menduga ada kejanggalan dari pengadaan buku paket kepada para siswa di Kabupaten Sanggau. Untuk itu, dia meminta aparat penegak hukum menelusuri dan memastikan bahwa pengadaan buku paket tersebut tidak terjadi penyimpangan.

“Isu yang beredar diluar inikan sudah luar biasa. Ada yang bilang kalau pengadaannya yang bermasalah, tapi tentu isu ini harus di kroscek dulu kebenarannya, itulah tugas aparat penegak hukum untuk memastikan bahwa mekanismenya berjalan sesuai prosedur,” ujarnya.

Rahim menjelaskan, berdasrkan Juknis BOS yakni Permendikbud Nomor 26 Tahun 2017 bahwasannya sasaran dana BOS adalah bagi SD/SDLB/SMP/SMPLB dan SMA/SMALB/SMK yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, atau masyarakat yang telah terdata dalam Dapodik dan memenuhi syarat sebagai penerima BOS berdasarkan kriteria yang telah ditentukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Adapun untuk besaran jumlah dana BOS diterima / Satuan Biaya BOS yang diterima oleh SD/SDLB/SMP/SMPLB dan SMA/SMALB/SMK dihitung berdasarkan jumlah peserta didik pada sekolah yang bersangkutan. Dengan rincian pada masing-masing jenjang pendidikan dan jumlah satuan biaya BOS diterima per peserta didik/tahun sebesar Rp 800 ribu per peserta didik SD/SDLB per tahun, untuk SMP/SMPLB sebesar Rp1 juta per peserta didik per tahun dan SMA/SMALB dan SMK sebesar Rp1,4 juta per peserta didik per tahun.

Rahim menegaskan, penggandaan buku pelajaran yang dibebankan kepada siswa jelas tidak sesuai dengan aturan karena sudah diakomodir dana BOS.

“Kalau penggandaan buku pelajaran ini yang jadi masalah, karena kita tahu bahwa dalam dana BOS, jelas bantuan buku untuk siswa sudah ada, kalau masih dibebankan lagi ke siswa berarti ada penyimpangan,” tegasnya.

Oleh karenanya, Rahim berharap fungsi pengawasan sangat penting dalam menata peruntukan dana BOS. Namun, Ia tidak menapikkan adakalanya antara kebutuhan dana BOS dengan kebutuhan untuk siswa belum maksimal dan ada juga antara jumlah siswa dengan buku yamg ada tidak sama.

“Misalnya, mungkin ada siswa pindahan atau tidak naik. Ini juga menjadi persoalan, maka dalam menyikapi persoalan tersebut, kita harus telusuri dari persoalan pokok sekolah. Yang jelas siswa yang disuruh fotocopy sudah tidak benar dan perlu dipertanyakan dana BOS buku tersebut dikemanakan,” kata Rahim mempertanyakan. (indra)