Selain Cadangan Air, Embung PDAM Pancur Aji Disiapkan Jadi ODTW Baru

oleh
Bupati Sanggau, Poulus Hadi Didampingi Wakil Bupati dan Sekda Ketika Meninjau Progres Pembangunan Embung PDAM di Pancur Aji

SANGGAU – Setelah sekian lama dinanti, akhirnya pembangunan sumber air bagi PDAM Tirta Pancur Aji yang terletak di kawasan Pancur Aji Sanggau rampung dikerjakan. Untuk menjaga kualitas air yang dapat menambah pasokan air sebanyak 50 ribu-100 ribu kubik itu, penjagaan terhadap kelestarian hutan mutlak dilakukan.

“Saya sudah katakan, untuk di daerah perhuluan itu, kita pertahankan hutannya. Mudah-mudahan di perhuluan Embaong itu, orang tidak ada yang menggusur. Tapi kalau saya lihat debit air hujan yang tinggi sekarang, ternyata air tidak keruh,” kata Bupati Sanggau, Poulus Hadi, kepada wartawan, belum lama ini.

Dikatakan Bupati, fungsi utama embung itu menampung cadangan air. Selama ini, PDAM Tirta Pancur Aji masih mengandalkan air Sungai Kapuas dan Sekayam. Air dari embung itu, akan diolah lagi di PDAM sebelum dialirkan ke pelanggan. Selain itu, embung yang lokasinya tak jauh dari air terjun Pancur Aji itu rencananya juga akan dijadikan tempat wisata. Hanya saja, pengunjung nantinya cuma boleh ‘menikmati’ suasana di sekitar lokasi.

“Tapi orang tidak boleh ke sungai, hanya menikmati tempat pemandangan, tempat duduk. Tidak boleh mandi. Karena ini kan sumber air. Harapan saya akhir tahun ini kalau bisa sudah mengalir,” harapnya.

Sebelumnya,  Kabag Teknik PDAM Tirta Pancur Aji Sanggau Hery Supariadi, ST menjelaskan pembangunan embung tersebut bukanlah proyek PDAM melainkan Balai Wilayah Sungai Direktorat SDA Kementerian PU Wilayah Kalimantan I dengan biaya Rp17.126989.000, yang bersumber dari dana APBN tahun anggaran 2017.

Dengan dibangunnya embun tersebut, Hery berharap kebutuhan air di Kota Sanggau terpenuhi dan diharapkan nanti tidak ada lagi gangguan distribusi air ke Kota Sanggau.

“Rencananya dengan embung baru ini nanti wilayah distribusi akan kita perluas hingga ke Kelurahan Bunut, mudah-mudahan ini bisa terealiasi,” harapnya.

Ia menyebut, kebutuhan air yang diproduksi dalam sebulan di wilayah kota untuk 5.600 pelanggan sebanyak sekitar 110 ribu kubik.

“Kalau ada tambahan embung ini berarti ada tambahan sekitar 50 ribu-100 ribu kubik. Yang 100 ribu kubik inikan untuk seluruh pelanggan, tapi yang untuk Panjur Aji ini kan tidak sejumlah itu. Jadi embung ini hanya untuk melayani wilayah Beringin, Ilir Kota dan Kantu’,” bebernya.

Saat ini, kata Hery, PDAM punya empat Instalasi Pengolahan Air (IPA). Yang pertama IPA Sei Sungkuang. Kedua, IPA Projal. Ketiga, IPA Pancur Aji dan Keempat IPA belakang SMA Negeri 1 Sanggau. (indra)