Program Satu Desa Satu Perpustakaan di Kapuas Terus Berlanjut

oleh
Perpustakaan Desa di Kabupaten Kapuas

KUALA KAPUAS – Program Satu Desa Satu Perpustakaan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah masih terus berlanjut. Hingga sekarang program ini telah direalisasikan di 97 desa dari target 58 desa sepanjang tahun 2017.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpustaka) Kabupaten Kapuas, Hj Nor Afiati mengungkapkan, perspustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tapi pihaknya ingin mengembangkan promosi gemar membaca dengan Program Satu Desa Satu Perpustakaan.

“Jadi, di desa itu harus dan wajib ada perpustakaan desa, apakah itu keberadannya bertempat dirumah PAUD, balai desa, di rumah penduduk atau pun di tempat-tempat masyarakat, dan itu tidak masalah bagi kami yang penting ada perpustakaan desa,” katanya di Kuala Kapuas, Kamis (02/11/17).

Perpustakaan desa, sambung Nor Afiati, sudah diatur oleh Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan dan Peraturan Menteri tahun 2002 tentang pengelolaan dana untuk perpustakaan desa.

“Jadi, tanpa ada Perbup pun sebenarnya desa sudah bisa jalan membuat perpustakan desa. Karena sudah tertulis di situ untuk pembelian perpustakaan desa yaitu pembelian sarana prasarana desa,” ujarnya.

Hanya saja kendala saat ini, kepala desa di Kapuas banyak yang baru sehingga mereka lebih mendahulukan prioritas kerja mereka.

“Tapi kami meminta perpustakaan desa tetap ada, walau pun belum ada gedungnya namun bisa terintegrasi dengan PAUD maupun dibalai desa,”  pungkas Nor Afiati. (irs)