BKKBN Kalteng Siapkan Rancangan Pembangunan Berwawasan Kependudukan

oleh
Kegiatan fasilitasi grand desain pembangunan kependudukan dan revitalisasi bagi pengelola program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)

PALANGKA RAYA – Direktur Pemandu Kebijakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Humphrey Apon, mengaku bersyukur karena sudah ada nomenklatur di daerah yang menangani pengendalian kependudukan dengan rancangan induk pengendalian kuantitas penduduk, untuk memastikan target RPJMN termasuk rencana strategis (renstra) bisa terdistribusi sampai ke kabupaten/kota.

“Grand desain itu sebuah rancangan membangun rekayasa kependudukan kedepan, kira-kira penduduk ini mau seperti apa. Jadi kita tidak pasrah atau tinggal diam saja, tetapi harus berbuat sesuatu. Untuk itu mari sama sama merapatkan barisan  dan memastikan agar supaya grand desain yang ada kita sinkronkan mulai dari pusat, provinsi dan kabupaten kota, karena kita sangat perlukan,” kata Humphrey.

Hal itu diungkapkannya, usai pembukaan kegiatan fasilitasi grand desain pembangunan kependudukan dan tevitalisasi bagi pengelola program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Luwasa Hotel Palangka Raya, Kamis (02/11/17).

Menurutnya, melalui grand desain ini, dapat terukur kira-kira kedepan untuk jangka panjang penduduk Kalteng mau dibawa kemana dengan jumlahnya dari sisi kuantitas, fertilitas dan migrasi serta mortalitas.

Materi yang disampaikannya terkait teknis kependudukan secara umum, karena ini adalah OPDKB baru di level kabupaten/kota. Untuk pencerahan wacana tentang kebijakan strategi dan pemgelolaan kependudukan yang baik dan benar. Kemudian bagaiamana mengintegrasikan dan mengharmonisasikan antara grand desain yang ada dengan RPJMD dan RKPD.

“Ini adalah sebuah kegiatan yang teknis yang sangat strategsi karena ingin memastikan kalau grand desain sudah ada kemudian RPJMD sudah tersusun dan tahunannya dengan RKPD sudah mau disusun, sehingga sudah bisa dipastikan target-target atau capaian yang ingin dicapai bisa termonitor dan bisa teraplikasi dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah, Kusnadi menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan, karena Kalteng tengah menyiapkan grand desain pembangunan berwawasan kependudukan yang bisa menjadi acuan untuk mengambil kebijakan pembangunan.

Dengan adanya grand desain, sehingga dapat memadukan antara Rerncana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) provinsi maupun kabupaten dan kota, menentukan arah pertumbuhan penduduk kedepan dan sebagai landasan dalam rangka pemantapan arah kebijakan.

“Harapan kita, melalui fasilitasi ini apa saja yang harus kita lakukan dan nanti kita implementasikan, bagaimana nanti provinsi dan kabupaten kota punya grand desain. Sesuai amanatkan UU nomor 23 tahun 2014, memang ada kewajiban bagi daerah untuk menyusun grand desain,” imbuh Kusnadi. (tva)