Tingkatkan Produksi Madu, Warga Bahu Membahu Bangun Rumah Produksi

oleh
Sosialiasi

KAPUAS HULU – Produksi madu kelompok Periau Danau Sentarum setiap tahunnya mencapai 20 sampai 25 ton pertahun. Tentu hal itu didukung dengan kondisi alam dan kawasan yang sangat trategis. Apalagi, Danau Sentarum merupakan kawasan Tanam Nasional dengan luasan 132 ribu hektar.

Kawasan Danau Setarum ditetapkan pada Tahun 1999, kawasan Suaka Margasatwa Danau Sentarum berubah fungsi menjadi kawasan Taman Nasional Danau Sentarum melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 34/Kpts- II/1999 tanggal 4 Pebruari 1999. Pada tanggal 1 Februari 2007 melalui Peraturan Menteri Kehuatanan No P.03/Menhut-II/2007.

Dengan lanskap kawasan yang tertutup hutan yang masih alami, maka tak heran populasi lebah bertahan di kawasan Danau Sentarum. Untuk mejaga dan meningkatkan prduktifitas madu lebah, masyarakat Danau Sentarum membuat sarang lebah yang biasa mereka sebut dengan Tikung.

Setidaknya ada beberapa macam sebutan masyarakat terhadap sarang lebah di Kapuas Hulu, diantaranya adalah Repak, Tikung dan Lalau. Tikung adalah sarang lebah yang dibuat oleh masyarakat lalu disimpan di dahan-dahan pohon, Repak adalah lebah yang bersarang di dahan pohon sedangkan Lalau adalah sarang lebah yang berjumlah banyak di pohon-pohon besar.