Jambore Kader PKK 2017 Berakhir di Kecamatan Timpah

oleh
Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat menyerahkan peralatan memasak kepada Kader PKK

KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat MM MT didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas, Ary Egahni SH membuka kegiatan Jambore Kader PKK Tingkat Kabupaten Kapuas di Kecamatan Timpah, Senin (31/10/17).

Kecamatan Timpah merupakan kecamatan terakhir diselenggarakannya Jambore Kader PKK Tingkat Kabupaten tahun 2017. Dalam kegiatan ini, Bupati Kapuas juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Kader Posyandu, penyerahan bibit tanaman cabai dan alat memasak, penyerahan rebana dan penyerahan alat olah tanah yaitu cultivator.

Selain itu juga turut diserahkan alat penangkap ikan dan penyerahan piagam kepada masyarakat Desa Lawang Kajang yang telah menyerahkan senjata api rakitan kepada Polsek Timpah dan penyerahan spanduk ilegal fishing kepada Kades dari Kapolsek Timpah.

Jambore Kader PKK di kecamatan ini juga dirangkai dengan beberapa kegiatan diantaranya pemeriksaan dini kanker serviks/iva dan pencanangan pemberian obat pencegahan kaki gajah. Kegiatan jambore saat itu diikuti oleh 9 desa yang ada di Kecamatan Timpah.

Bupati Kapuas Ben Brahim berpesan kepada masyarakat setempat agar tetap menyatukan langkah dan pikiran tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan untuk bersama-sama membangun Kabupaten Kapuas, agar menjadi kabupaten yang maju dan sejahtera dan bermartabat ke depannya.

“Dengan kebersamaan saya yakin dan percaya kita pasti bisa. Saya bangga kepada semua kepala desa karena adanya dukungan dan kerja sama yang baik. Lakukanlah kegiatan ini (Jambore Kader PKK)  terus kedepannya supaya kita lebih dekat lagi,” katanya.

Sementara itu Ketua TP PKK Kapuas Ary Egahni mengungkapkan, Jambore PKK sebagai sarana dan wahana bagi seluruh kader untuk saling mengenal satu sama lain dan saling berbagi pengalaman dan bertukar pikiran sehingga memahami visi dan misi dari 10 Program PKK.

“Ujungnya, adalah bagaimana mengeksekusi langsung Program PKK di setiap desa sesuai dengan kearifan lokal desa masing-masing. Sehingga tercapai pemberdayaan kesejahteraan keluarga baik dari tingkat kabupaten, kecamatan secara berjenjang ke tingkat desa,” pungkasnya. (irs)