Waspada.! Wabah Scabies Mulai Serang Warga Bantaran Sungai Kapuas

oleh
Salahsatu warga yang terkena scabies

PONTIANAK – Sebanyak 58 warga RT 3 dan 4, RW 4, Kelurahan Benua Melayu Laut (BML), Kecamatan Pontianak Selatan diduga terpapar wabah penyakit scabies.

Penyakit infeksi kulit yang disebabkan sejenis kutu atau tungau. Kesimpulan ini didapat setelah Dinas Kesehatan Kota Pontianak melakukan penelitian lapangan.

Salahsatunya adalah Muhammad Yogi Pahlevi (23) yang mengaku sejak dua bulan terakhir badannya gatal-gatal. Ia mengatakan berawal dari bentol berisi air, gatal itu akhirnya pecah dan meninggalkan koreng. Bukan cuma di kaki, luka akibat scabies, penyakit kulit menular juga sampai ke paha, dekat selangkangan.

“Adik saya yang dari pesantren (di Ambawang, Kubu Raya) sudah terkena dulu. Jadi dia pulang kena yang kecil dulu, terus baru yang ke besar-besar,” ceritanya saat Sosialisasi dan Pengobatan Scabies di Kantor Lurah Benua Melayu Laut (BML), Pontianak Selatan, Senin (30/10/17) .

Baca JugaWabah Scabies Ancam Warga Bantaran Sungai Kapuas, Ini Langkah Antisipasi Dinkes Pontianak

Yogi menuturkan adiknya itu pulang dari pesantren sekitar enam bulan lalu. Adiknya itu pun kini sudah sembuh, tapi malah dia sekeluarga dalam satu rumah, yang jumlahnya belasan, ikut jadi korban.
Secara pribadi, Yogi sudah pernah berobat ke RSUD Soedarso, setidaknya Rp800 ribu uangnya habis untuk beli obat. Tapi hanya sebagian koreng yang kering.

“Awalnya dia kayak gatal nanti dia membentol, kayak ada air di dalamnya, kita cungkil dia jadi koreng benanah. Mentak dia pedas sakit,” tutupnya.

Hal itu juga terjadi pada M Ari Aqmal (13). Warga Gang Aden 1 ini sudah lebih dari sepekan merasakan gatal di benjolan bernanah di tangannya. Gatal disertai rasa nyut-nyutan itu kerap menyerang di waktu malam.

“Gejala pertama seperti bentol-bentol kecil, lalu gatal, lalu pindah di bagian lain, kemudian jadi nanah,” ucap siswa kelas VIII ini.

Di rumah, hanya dia sendiri yang terpapar penyakit itu. Dugaannya, gatal menular itu dia dapat dari teman sepermainan. Hingga saat ini, scabies yang dideritanya belum pernah diobati.

“Dari gatal-gatal, pindah ke tempat lainnya, ndak digaruk, dikutis keluar air, lalu jalar ke lain jadi nanah,” pungkasnya. (Dede)