Pembakal Desa Bawahan Selan Tuntut Layanan Kesehatan

oleh
Sesi dialog dengan rombongan dari Komisi III DPRD Banjar dengan Camat dan Kepala desa se-Kecamatan Mataraman

MARTAPURA – Sulitnya mendapatkan layanan kesehatan bagi warga Desa Bawahan Selan, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, membuat Pembakal (kepala desa-red) Bawahan Selan, Akhmad Rizani menuntut pemerintah daerah setempat, untuk serius memberikan perhatian pelayanan kesehatan di desanya.

Hal tersebut disampaikannya dalam sesi dialog dengan rombongan dari Komisi III DPRD Banjar yang konsen dalam bidang pembangunan, saat bertandang dan melakukan pertemuan dengan Camat Mataraman dan Kepala Desa se-Kecamatan Mataraman, dalam rangka monitoring dan pengawasan pelaksanaan pembangunan di Aula Kecamatan Mataraman, Selasa (31/11/17) tadi.

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang ada di Desa Bawahan Selan saat ini sangat minim, bahkan warganya merasa kesulitan saat akan berobat. Apalagi, saat ini Desa Bawahan Selan hanya memiliki Puskesmas Pembantu yang buka 2 kali seminggu. Padahal dengan jumlah warga desanya sebanyak 4.295 jiwa dari 14 Rukun Tetangga (RT), hampir setiap hari ada warga yang ingin berobat, namun dengan jadwal 2 kali seminggu, membuat warga harus menahan sakit berhari-hari menunggu Pustu buka.

“Warga yang sakit terpaksa menunggu sampai berhari-hari untuk berobat sampai Pustu buka, kalau tidak warga terpaksa berobat ke dokter atau mantri yang tentunya perlu biaya sendiri,” ungkapnya.

Sebelum tahun 2009, Puskesmas Desa Bawahan Selan memiliki fasilitas yang lengkap dengan peralatan yang juga cukup memadai, namun pada tahun 2009 justru dipindahkan, baik tenaga medik maupun peralatan mediknya ke Puskesmas baru yang lokasinya berada di Desa Mataraman, dan berdampingan dengan Kantor Camat Mataraman yang berada cukup jauh dan memerlukan biaya lebih untuk didatangi warganya.

Lebih lagi, Puskesmas Bawahan Selan kemudian sempat ditutup selama 3 tahun, namun setelah desakan warga dibuka kembali tetapi fasilitas peralatan dan tenaga mediknya sangat minim tidak seperti semula.

“Pada tahun 2008, Desa Bawahan Selan menjadi pemenang lomba desa dan dijanjikan akan diberi hadiah oleh Bupati Banjar, yakni penambahan fasilitas kesehatan diantaranya ruang rawat inap. Namun tahun 2009 bukan fasilitas ditambah, tetapi justru dipindah ke Puskesmas di Desa Mataraman,” tuturnya.

Untuk itu, Rizani meminta kepada wakil rakyat Kabupaten Banjar melalui Komisi III agar memfasilitasi keluhannya bersama warga Desa Bawahan Selan, terkait kendala untuk memaksimalkan pelayan kesehatan didesanya.

“Kondisi bangunan Pustu Bawahan Selan sudah cukup memprihatinkan, namun bantuan dari pemerintah tidak ada, sehingga perbaikan yang dilakukan saat ini itu berasal dari dana swadaya masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Banjar, Rusmini berjanji akan membawa permasalahan Pustu Bawahan Selan pada rapat di Komisi dan memanggil pihak pemerintah daerah yang menjadi leading sector untuk memfasilitasi penyelesaian terkait keluhan warga Desa Bawaham Selan tentang pelayanan kesehatan.

“Nanti hal ini akan kami bawa dalam rapat di Komisi III dan memanggil SOPD terkait yaitu Dinas Kesehatan untuk memfasilitasi keluhan warga Desa Bawahan Selan terkait pelayanan kesehatan disana,” janjinya.

 

Dan juga, hal ini bukan merupakan permasalahan baru terkait Pustu Bawahan Selan, tetapi sudah sangat lama, jadi terkesan tidak ada perhatian dari pemerintah daerah khususnya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.

“Setiap kunjungan kerja Komisi III, pihak dinas terkait selalu hadir dan mendengar langsung keluhan dari pembakal, namun seperti tidak peduli dan permasalahannya dibiarkan berlarut-larut,” pungkasnya. (apri)