Waspada DBD, Masyarakat Sekadau Diminta Jaga Kesehatan Lingkungan

oleh
Ilustrasi - DBD

SEKADAU – Guna mencegah terjadinya demam berdarah dengue (DBD), masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan lingkungannya. Terlebih, baru-baru ini RSUD Sekadau sudah merawat dua pasien dengan DBD.

Plt Direktur RSUD Sekadau, Henry Alpius menuturkan, setiap bulannya memang ada satu dua kasus DBD yang ditangani pihaknya.

“Tapi belum ada lonjakan. Dua pasien yang baru ditangani merupakan anak-anak,” ujarnya, Senin (30/10/17).

Adapun trend saat ini, kata Henry, berada di wilayah Sekadau Hilir. Sebab, dua pasien yang ditangani pihak rumah sakit berasal dari arah Jalan Rawak. Sehingga, perlunya kesadaran masyarakat sebagai upaya pencegahan terjadinya DBD.

Henry mengatakan, perubahan cuaca bisa menjadi faktor terjadinya DBD. Namun, ia menegaskan, saat ini belum ada lonjakan kasus DBD. Kendati demikian, pihaknya memastikan sudah memonitor dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau.

“Dinas kesehatan juga memonitor ditingkat puskesmas dan pelayanan masyarakat langsung. Kami juga mengimbau peran serta masyarakat dalam upaya pencegahannya,” ucapnya.

Henry menilai, saat ini tingkat kesadaran masyarakat semakin meningkat. Bila ada kasus, masyarakat cepat dibawa ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan.

“Kami minta kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kesehatan lingkungan sebagai upaya pencegahannya,” imbau Henry.

Sebelumnya, Bupati Sekadau, Rupinus meminta instansi terkait untuk melakukan fogging dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya DBD khususnya di Kabupaten Sekadau.

“Fogging dan abatisasi. Lebih proaktif lagi untuk mencegah terjadinya DBD,” pinta Rupinus.

Terlebih, kasus DBD sudah terjadi sehingga perlunya antisipasi dalam mencegah terjadinya DBD. “Maka perlu antisipasi. Dinas terkait agar proaktif,” pungkasnya. (yahya)