Pasca Pelantikan Pejabat, Situasi Pemerintahan Kabupaten Banjar “Kisruh”

oleh
Para pembakal desa dari empat desa di Kecamatan Telaga Bauntung

MARTAPURA – Setelah ungkapan Wakil Bupati Banjar yang sebelumnya mengaku tidak dilibatkan, bahkan tidak diberi tahu terkait pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ratusan pejabat pada hari Jumat, 27 Oktober 2017 lalu, yang mengindikasikan adanya “kisruh” dalam Pemerintahan Kabupaten Banjar.

Kini muncul lagi kedatangan Empat Pembakal (Kepala desa) di Kecamatan Telaga Bauntung, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (30/10/17). Mereka melakukan aksi protes terkait mutasi jabatan yang menolak mutasi Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Telaga Bauntung, menjadi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Cintapuri Darussalam.

Empat Pembakal dari Desa Rantau Bujur, Desa Rampah, Desa Telaga Baru, dan Desa Lok Tanah Kecamatan Telaga Bauntung ini melakukan protes bersama puluhan aparatur perangkat empat desa dengan mendatangi Kantor Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kabupaten Banjar yang ditemui Sekretaris Dinas BKDPSDM, Ilmi, guna menyampaikan keberatan mereka terkait mutasi jabatan terhadap Kasi Pemerintahan Kecamatan Telaga Bauntung, Rustomo ke Kecamatan Cintapuri Darussalam.

Di hari yang sama, Empat Pembakal tersebut juga mendatangi Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Nasrun Syah untuk menyampaikan protesnya.

Pembakal Desa Rampah, Indra mengungkapkan, pihaknya sangat keberatan apabila Rustomo selaku Kasi Pemerintahan Kecamatan Telaga Bauntung dipindah, lantaran selama 5 tahun ini kinerjanya sangat membantu untuk kemajuan desa-desa setempat.

“Kami protes dia (Rustomo-red) dipindah, karena selama 5 tahun ini kinerjanya sangat bagus dalam membantu kemajuan desa-desa terutama soal administrasi. Kami justru perlu tambahan pejabat kecamatan seperti dia, bukan malah memindahnya,” keluhnya.

Indra mengaku, sebenarnya ingin menyampaikan langsung sikap protes ini ke Bupati Banjar, H. Khalilurrahman namun yang bersangkutan masih menjalani pengobatan di Surabaya Jawa Timur.

Bahkan, pihaknya mengancam apabila Rustomo tidak dikembalikan ke jabatan semula sebagai Kasi Pemerintahan Kecamatan Telaga Bauntung, mereka akan mengajak lebih banyak lagi masyarakat empat desa tersebut untuk melakukan protes ke kantor Bupati Banjar.

Lebih lagi pihaknya akan memisahkan diri dari Kabupaten Banjar dan masuk ke Kabupaten Tapin sebagai daerah induk.

“Kalau Rustomo tidak dikembalikan ke Kecamatan Telaga Bauntung, maka kami akan melakukan aksi protes besar-besaran dengan membawa masyarakat yang lebih banyak dan membuat mosi tidak percaya terhadap pemerintahan pimpinan Bupati Banjar H. Khalilurrahman,” ancamnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Nasrun Syah saat dikonfirmasi usai menerima kedatangan empat pembakal di Kecamatan Telaga Bauntung ini membenarkan terkait aksi protes empat desa tersebut dan akan melaporkan ke Bupati Banjar.

“Iya, pembakal empat desa di Kecamatan Telaga Bauntung menyampaikan protes mereka terkait mutasi terhadap Rustomo, Kasi Pemerintahan disana, dan ini akan saya laporkan dulu ke pak Bupati,” pungkasnya. (pri)