Bawaslu Akui Panwascam Banjarbaru Kekurangan SDM

oleh
Pelaksanaan tes tertulis anggota Panwascam Banjarbaru

BANJARBARU – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Banjarbaru, menggelar tes tertulis calon anggota Pengawas tingkat kecamatan di Aula Fakultas Tehnik lantai 3, Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru, dalam rangka persiapan Kota Banjarbaru menghadapi Pemilihan serentak Legislatif dan presiden tahun 2019, Minggu (29/10/17).

Tes tertulis calon anggota Panwascam ini merupakan langkah selektif yang diadakan Bawaslu di masing-masing kabupaten/kota guna mempersiapkan pengawasan  di tingkat kecamatan.

Para calon Panwascam diuji dengan beberapa materi, seperti UU 1945, UU Pilkada, dan UU Pemilu terbaru no 7 tahun 2017 dengan waktu 90 menit.

Ketua Kelompok Kerja Pembentukan Panwascam yang juga sebagai ketua Pelaksana kegiatan, Rian Hidayat menyampaikan, dari peserta yang lolos ditahap verifikasi pendaftaran kemarin, ada beberapa orang yang tidak hadir pada tes tertulis kali ini.

“Ada beberapa orang yang lolos pada tahap verifikasi, namun mereka tidak hadir di tahap tes tertulis. Sementara yang hadir hanya 59 orang dari 62 orang yang lolos pada verifikasi kemaren. Setelah itu, bagi peserta yang lolos akan lanjut pada tahap tes wawancara,”ujar Rian.

Ketua Bawaslu Kota Banjarbaru, Ahmad  Jajuli mengakui, ada peserta yang tidak ikut ditahap uji tes tertulis tersebut.

“Ada 3 peserta dari 62 peserta yang lulus verifikasi tidak ikut pada tes ini, jadi mereka yang tidak ikut kita nyatakan gugur,” ungkapnya.

Adapun peserta yang ikut pada tes tertulis ini diambil dari setiap kecamatan, diantaranya Kecamatan Banjarbaru Utara 20 orang, Kecamatan Banjarbaru Selatan 12 orang, Kecamatan Cempaka 14 orang, Kecamatan landasan Ulin 9 orang dan Kecamatan Liang Anggang 6 orang.

Menurut Jajuli, pada tes ini hanya akan meloloskan 30 orang saja, terdiri dari enam orang yang lolos untuk setiap kecamatan dan akan melanjutkan ke tahap wawancara.

“Kita berharap, ditahap seleksi ini bisa mencari orang yang memiiki kualitas siap bekerja, memiliki kemampuan pengawasan dan juga memiliki  kemampuan laporan pengawasan dan bisa bekerja sama dengan baik bersama Bawaslu Kota Banjarbaru,” katanya.

Ia mengungkapkan, Banjarbaru masih kekurangan sumber daya manusia, dalam hal ini seleksi calon anggota Panwascam yang diikuti kurang dari seratus orang. Sebelumnya pihaknya juga sudah menyosialisasikan pendaftaran Panwascam ke kanto- kantor, melalui spanduk, bahkan melalui sosial media.

Dilihat secara aturan juknis perekrutan anggota panwascam terdiri dari  9 orang pendaftar di setiap kecamatannya. Namun dilihat dari adanya kecamatan yang masih minim sumber daya manusianya seperti Kecamatan Liang Anggang yang hanya diikuti oleh 6 orang peserta, sehingga pihaknya menurunkan jumlah peserta Panwascam yang lolos seleksi tahap 1 menjadi 6 orang saja.

“Banjarbaru masih kekurangan SDM, dilihat pada seleksi Panwascam kali ini. Namun, dalam menyikapi hal ini kita sudah berkoordinasi dengan Banwaslu Provinsi Kalimantan Selatan dan kita mengurangi kuota Panwascam yang lolos seleksi menjadi 6 orang di setiap kecamatannya,” ungkap ketua Bawaslu Banjarbaru yang akrab disapa bang Jajuli. (syd)