Udah 4 Bulan Lapor di Polsek Sungai Kakap Tapi Proses Hukumnya Tidak Jelas, Pedagang Beras Minta Keadilan

oleh
Zakirin, pedagang beras yang tipu hingga Rp 97 Juta. Foto : Arif

PONTIANAK – Sungguh apes, nasib yang dialami Zakirin beserta istrinya Hanimah. Niat mencari keuntungan dengan berjualan beras harus pupus, pasalnya pedagang beras yang bertempat tinggal di Jl. Komyos Sudarso, Gg Kayu Manis 1, Pontianak Barat ini telah ditipu oleh Sana, yang tak lain adalah tetangganya korban.

Peristiwa itu berawal sejak bulan April 2017 lalu, ketika itu dengan iming-imingan manis dari mulutnya, Sana memesan dan berhutang kurang lebih ratusan karung beras ke Hanimah istrinya Zakirin, dan berjanji akan membayar beras yang diambilnya setelah laku terjual.

Namun Sana tak kunjung menepati janjinya, setelah beras yang diambilnya laku terjual, Ibu Rumah Tangga ini malah menggelapkan uang hasil penjualan beras tersebut. Akibat peristiwa ini, Zakirin beserta istrinya mengalami kerugian kurang lebih Rp 97 Juta.

Zakirin beserta istrinya yang merasa dirugikan pun telah melaporkan peristiwa ini ke Polsek Sungai Kakap tanggal 15 Juni 2017 lalu, Namun sangat disayangkan proses hukum terhadap kasusnya sampai saat ini belum tuntas, karena si pelaku penipuan belum ditangkap oleh petugas kepolisian, dan masih bebas berkeliaran.

“Sejak Juni laporan saya ke Polsek Kakap, sampai saat ini belum diproses pihak kepolisian”, kata Zakirin kepada B-ONETV, Sabtu (28/10/17).

Dalam hal ini, Zakirin pun merasa dipermainkah oleh petugas di Polsek Sungai Kakap maupun si pelaku.

“Saya seperti dipermainkan, beras dagangan saya belum dibayar olehnya, sudah hampir setahun tidak ada kepastian pembayaran. Jumlah beras yang diambil terakhir 200 karung. Maksud ingin mencari keadilan, tapi sudah dua kali laporan saya ke Polsek Sungai Kakap, belum ada kejelasan proses hukum terhadap kasusnya”, katanya.

Zakirin menjelaskan, pada laporan pertama dengan Tanda Bukti Laporan Nomor: TBL/60/VI/2017/KALBAR/RESTA PTK/SEK KKP, dan terakhir mendapat Surat Panggilan Nomor: S. PGL/23/VII/2017.

“Namun hingga saat ini, sudah kurang lebih tiga bulan saya masih menunggu dan belum ada kepastian hukum,” sesalnya.

Tambah Zakirin, bahwa polisi pun berkali-kali meminta hadirkan saksi, dan sudah dihadirkan, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan.

Zakirin pun berharap dan memohon kepada pihak kepolisian, agar memberikan kepastian kapan ini akan diproses hukum.

“Saya meminta keadilan ke petugas kepolisian dimana hati nurani mereka, sampai saat ini yang menipu saya masih berada di rumahnya, tapi kenapa kok belum ditangkap. Saya ini sudah ditipu sampai puluhan juta,” tegasnya, sembari memperlihatkan bukti kwitansi yang dipegangnya. (Dody/Arif)