Polres Barito Utara Amankan Puluhan Kubik Kayu Hasil Pembalakan Liar

oleh
Kapolres Barut AKBP.Tato Pamungkas Suyono,SIK bersama Kabag Ops Kompol Yudhafatie, saat menunjukan barang bukti kayu hasil pembalakan liar yang berhasil ditangkap disamping polres, Jum’at (27/10/17). Foto : Bani

MUARA TEWEH – Sikap komitmen Polda Kalimantan Tengah, khususnya Polres Barito Utara, dalam memberantas pembalakan liar di wilayah hukumnya membuahkan hasil. Terbukti puluhan kubik kayu jenis meranti dan balau berhasil diamankan oleh polisi yang bertugas di Polres Barito Utara.

Kapolres Barito Utara, AKBP Tato Pamungkas Suyono, SIK didampingi Kabag Ops Kompol Yudhapatie, saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media, Jumat (27/10/17) mengatakan, kayu yang berhasil diamankan diantaranya ada beberapa tempat di Kabupaten Barito Utara.

Seperti dari Desa Pendreh, Panaen, Kandui dan diperbatasan Kabupaten Murung Raya, Jingah, dan saat ini kayu yang berhasil diamankan dari berbagai jenis berjumlah kurang lebih lima puluh kubik. Hasil tangkapan ini juga telah dikumpulkan selama empat bulan. Dimana tersangkanya sudah ada enam orang.

Dijelaskannya, hasil operasi ini, merupakan kegiatan kepolisian yang akan terus ditingkatkan. Salah satu giat ini adalah mencegah pembalakan liar yang terjadi di Kabupaten Barito Utara.

“Jadi ini merupakan perintah pimpinan untuk mencegah tindakan pembalakan liar. Dan tadi malam kita juga bersama dengan tim polda menangkap kayu di Desa Panaen Kecamatan Teweh Baru,” ungkapnya.

Terkait dengan adanya cukong yang membekengi, pihaknya tidak akan pandang bulu. Karena siapapun yang melakukan pembalakan liar harus ditindak tegas sesuai dengan aturan hukum.

Selain itu, Polres Barito Utara juga sudah memberikan peringatan, barang siapa melakukan penebangan kayu secara ilegal, akan berurusan dengan hukum.

Untuk kebutuhan lokal, kata dia, dimana saat ini masyarakat banyak membutuhkan kayu, maka kepolisian akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta DPRD. Karena untuk menyikapi kebutuhan masyarakat, maka akan dilakukan koordinasi.

Polres juga melihat, mana pembalakan liar dan kebutuhan daerah. Kalau kebutuhan daerah tentu saja masalah perijinannya tidak begitu sulit, sehingga ini merupakan solusi dalam membantu masyarakat.

“Ya dengan banyaknya kebutuhan daerah, maka salah satu solusi adalah dengan membangun industri. Tapi masalah ini juga perlu koordinasi,” ujarnya kepada awak media usai serah terima jabatan beberapa perwira di lingkungan Polres Barito Utara. (Bani)