Pejabat Banjar Dimutasi 3 Kali Dalam Setahun

oleh
Pelantikan pejabat eselon

MARTAPURA – Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan administrator, jabatan pengawas, jabatan fungsional, dan jabatan tinggi dilingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar, dilaksanakan Jumat, 27 Oktober 2017 di gedung Mahligai Sultan Adam. Ada beberapa pejabat dalam setahun yang mengalami mutasi hingga sampai 3 kali sejak 31 Desember 2016 lalu.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Nasrun Syah, lantaran Bupati Banjar, H. Khalilurrahman sedang menjalani cek kesehatan di luar Pulau Kalimantan.

Dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini, sebanyak 107 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Banjar diambil sumpah jabatan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Banjar, Mada Teruna mengatakan, rincian jabatan struktural dan fungsional yang terjadi perubahan baik promosi jabatan maupun mutasi jabatan serta penurunan jabatan.

“Untuk jabatan tinggi Esselon II B, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga diisi Rakhmat Dhani yang sebelumnya menjadi rangking pertama dalam lelang jabatan,” tuturnya.

Sedangkan untuk Esselon III A, ada 12 orang 4 promosi dan 8 mutasi, Esselon III B, ada 24 orang 12 promosi dan 12 mutasi, Esselon IV A 13 promosi dan 32 mutasi serta 1 ASN yang turun jabatan, Esselon IV B, 3 promosi dan 4 mutasi, jabatan fungsional tertentu 7 orang.

Mada mengungkapkan, mutasi dan promosi jabatan ini melalui proses dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang ketuai Sekda Banjar, Nasrun Syah.

“BKDPSDM hanya fasilitator saja. Terkait penilaian ASN yang layak untuk promosi jabatan atau terkait ASN yang dimutasi itu sepenuhnya kewenangan tim Baperjakat,” kilahnya.

Sekda Banjar, Nasrun Syah ketika ditanya terkait ada beberapa pejabat yang 3 kali mengalami mutasi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

“Itu hal biasa dalam organisasi kalau masih kurang cocok pada jabatan tersebut, maka dilakukan evaluasi untuk menempatkan pada jabatan yang lebih cocok agar bisa maksimal. Jadi mau tiga kali atau berapa kali pun tidak ada masalah dalam hal mutasi jabatan,” pungkasnya. (pri)