Mahasiswa Kalteng Tuntut Polda Metro Jaya Bebaskan Aktivis BEM

oleh
Forum Komunikasi Mahasiswa Kalteng Tuntut Polda Metro Jaya Bebaskan Aktivis BEM

PALANGKA RAYA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Kalteng Peduli Keadilan, mengutuk keras sikap represif aparat kepolisian dalam aksi Jokowi-JK yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Jakarta, 20 Oktober 2017. Pernyataan sikap itu disampaikan mereka saat melakukan unjuk rasa di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Jumat (27/10/17).

“Kami juga menuntut kepolisian untuk membebaskan aktivis BEM yang sampai saat ini masih ditahan oleh pihak Polda Metro Jaya, saat melakukan aksi evaluasi 3 tahun Jokowi-JK, di depan Istana Negara,” kata jubir aksi, Harmalianto.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan mahasiswa di depan istana, dalam rangka menagih janji kampanye pemerintah Jokowi JK sesuatu yang mulia dan patut di apresiasi. Seharusnya pemerintah menerima dengan tangan terbuka rekomendasi yang diberikan mahasiswa karena merupakan penyambung lidah rakyat, bukan sebaliknya.

Apalagi, mahasiswa hanya ingin menyampaikan evaluasi terhadap berjalannya pemerintahan selama 3 tahun belakangan sehingga kedepannya bisa di perbaiki, tapi dihadang dengan kawat kawat berduri diiringi pukulan, tendangan maupun ditangkap serta cibiran.

Bahkan yang sangat disayangkan, Polda Metro Jaya malah menetapkan Koordinator Pusat BEM seluruh Indonesia, Wildan Wahyu Nugroho dan Presiden Mahasiswa IPB sekaligus Koordinator Isu Agraria BEM seluruh Indonesia, Panji Laksono sebagai tersangka.

Pernyataan sikap tersebut kemudian diserahkan ke anggota DPRD Kalteng, untuk diteruskan ke kementrian agar segera melayangkan kepada kepolisian. (tva)