Bawaslu Ajak Masyarakat Ikut Awasi Pilkada

oleh
Komisioner Bawaslu RI, Rahmat Bagya saat memberikan pengarahan dalam kegiatan tatap muka dengan sejumlah stakeholder

PALANGKA RAYA – Komisioner Badan Pengawas Pemilihan (Bawaslu) RI, Rahmat Bagya mengatakan, pelaksanaan Pilkada serentak 2018 pada 27 Juni 2018 mendatang, menjadi faktor penting untuk diawasi. Pasalnya politik uang akan dikamuflase dengan buka acara bersama, pemberian zakat dan lain sebagainya yang berhubungan dengan konteks keagamaan.

“Ini akan menjadi pekerjaan terberat, karena pelaksanaan Pilkada bersamaan dengan perayaan hari besar keagamaan. Ini akan menjadi celah untuk melakukan politik uang.  Ini juga faktor yang harus dihitung betul. Jika terjadi head to head maka eskalasi juga sangat tinggi di tingkat nasional sampai daerah,” kata Rahmat usai kegiatan sosialisasi dengan stakeholder dan masyarakat, di Aula Jaya Tingang, Jumat (27/10/17).

Untuk itu, lanjut Dosen Al Azhar ini, peran serta masyarakat sangat penting membantu ikut mengawasi pelaksanaan Pemilu mendatang, agar tidak kembali muncul adanya upaya saling menjatuhkan seperti melalui spanduk dan bentuk SARA lainnya.

“Masyarakat jangan mau terpancing jika ada isu dalam  kampanye hitam. Jadilah masyarakat yang cerdas dalam menentukan pilihan yang benar, sesuai hati nurani,” ucapnya.

Pada Pilkada serentak  2018, sebanyak  171 daerah, 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada di 2018. Termasuk 10 kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah. Tahapan akan dimulai 10 bulan sebelum hari pencoblosan.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kalteng, Satriadi mengatakan, Bawaslu tidak akan bisa menjalankan tugas secara maksimal tanpa bantuan dan peranserta stakeholder dan masyarakat. ” Tanggungjawab dan kesuksesan pelaksanaan proses Pilkada dan Pemilu  mendatang merupakan tanggungjawab kita bersama, “ujarnya.

Untuk itulah, pihaknya mendatangkan Komisioner Bawaslu RI menyampaikan materi dalam persiapan menghadapi Pilkada 2018 mendatang kepada stakeholder dan masyarakat, khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah, yang akan menggelar Pilkada di 10 kabupaten dan satu kota. (tva)