Lima Tahun Bertugas di Lapas Muara Teweh, Ini Ungkapan Yahya

oleh
Muhammad Yahya,Kepala Lapas Klas II Muara Teweh yang akan pindah tugas ke Lapas Amuntai

MUARA TEWEH – Sudah hampir lima tahun bertugas di Lembaga Pemasyarakatan klas II Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, tentu saja banyak suka duka yang dialami. Namun, hal ini merupakan sebuah pengabdian serta amanah yang telah diberikan.

Selama bertugas di lembaga pemasyarakatan di Muara Teweh, hal yang terpenting dilakukan adalah saling koordinasi dengan jajaran. Sehingga sekecil apapun permasalahan bisa diselesaikan sesuai dengan harapan.

“Saya sih memang begitu orangnya, bila ada permasalahan harus dihadapi bersama, sesuai dengan tugas pokok kita dalam menjalankan tugas,” kata Muhammad Yahya, Kepala Lapas klas II Muara Teweh, Kamis (26/10/17).

Menurut pria kelahiran Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara ini, selama bertugas di Muara Teweh, telah menjalankan program peningkatan pengetahui warga binaan. Diantaranya pembuatan kerajinan muebel, pertukangan, pembuatan batako, juga perbengkelan. Itu untuk kaum lelaki.

Sedangkan perempuan diberikan pelatihan pembuatan masakan, bahkan setiap hari makanan untuk seluruh warga dibuat perempuan, salah satunya adalah tempe dan tahu.

Para lelaki khususnya warga binaan, diberikan bekal pelatihan, dan sekarang mereka membuat sendiri muebel untuk dipasarkan, sesuai dengan pesanan.

“Dengan bekal yang sudah diberikan kepada warga binaan, meman tak luput dari peran kawan-kawan, dimana setiap saat memberikan bimbingan kepada para warga binaan,” ungkapnya.

Selain itu sebut pria yang memiliki tiga anak ini, lapas Muara Teweh pernah meraih juara harapan satu untuk kebersihan kantor, pada tahun 2017 ini. Penilaian ini diberikan Kantor Kementrian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah.

Saat ini, dirinya akan digantikan petugas yang baru, dimana pelantikannya akan dilaksanakan akhir bulan ini. Sedangkan dirinya diberikan kepercayaan memimpin Lapas Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel.

Kendati ditugaskan di wilayah Kalimantan Selatan, hal ini bagi Yahya bukanlah hal yang asing, sebab sebelum ke Muara Teweh, dirinya pernah memimpin lapas Marabahan, Barito Kuala dan Martapura, Kabupaten Banjar. Dimana dua kota tersebut berjalan kurang lebih enam tahun.

“Saya sangat berterimakasih kepada seluruh warga Muara Teweh dan sekitarnya, terutama para pemangku kepentingan dimana selama ini kita saling berkoordinasi satu sama lain,” kata Muhammad Yahya.

Dipaparkan pria kelahiran November 54 tahun silam ini,  setidaknya selama ditugaskan, banyak yang telah dilakukan, baik pembinaan ahklak para narapidana juga kegiatan lainnya. Hal ini, dimaksudkan agar kedepannya warga binaan bisa diterima di tengah Masyarakat. (Bani)