Disperindagsar Barut Akan Tata UMKM

oleh
Ilustrasi - BBM eceran

MUARA TEWEH – Penjualan bahan bakar minyak, baik premium, pertamax dan solar di Kabupaten Barito Utara, sulit dikendalikan. Kendati Harga Eceran Tertinggi (HET) sudah ditetapkan, namun penjualan khususnya di tingkat eceran masih di atas HET.

Sementara dinas terkait sudah sering melakukan penertiban, tetapi hasilnya belum maksimal seperti yang diharapkan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Barito Utara, H. Hajran Noor menegaskan, kedepannya para pemegang ijin UKM akan dikaji ulang. Hal ini sehubungan dengan masalah harga bahan bakar pada tingkat eceran.

Menurut Hajran Noor, penyaluran bahan bakar melalui SBPU adalah resmi, dimana sudah ditentukan pihak pertamina. Sedangkan pemilik ijin UKM, merupakan ijin yang dikeluarkan dinas terkait untuk menyalurkan hingga ke kecamatan.

“Makanya, kita akan memperbaharui masalah harga. Apakah sudah sesuai dengan ketentuan atau sebaliknya,” katanya kepada wartawan, Kamis (26/10/17).

Saat ini, pemegang ijin UKM jumlahnya sudah puluhan, dimana mereka mengambil bahan bakar dari SPBU yang ada di Muara Teweh. Kemudian mereka bawa hingga kecamatan, sehingga HET yang sudha ditetapkan tidak dipergunakan.

Selain itu pemerintah daerah juga telah membuat peraturan masalah bahan bakar. Peraturan ini akan disampaikan kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

“Peratuan ini apakah sesuai dengan peraturan provisn atau tidak. Ini yang perlu kita sampaikan,” pungkasnya. (bani)