Diduga Depresi karena Sakit, Samin Pilih Akhiri Hidupnya

oleh
Suasana di rumah duka

SEKADAU –  SM (61) memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dikediamannya di Dusun Bokak, Desa Bokak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir, Rabu (25/10/17) sore. Ia ditemukan anaknya dalam keadaan sudah tak bernyawa lagi.

Kakek tersebut mengakhiri hidupnya dengan menggunakan seutas tali ayunan cucunya. Saat melakukan aksinya itu, Samin diketahui hanya sendiri di rumah lantaran keluarganya berada di ladang.

Istrinya, Anastasia Jinah (57) mengungkapkan, jenazah suaminya pertama kali ditemukan anak perempuannya yang baru pulang. Melihat hal itu, sang anak langsung berteriak meminta tolong tetangganya.

“Anak saya yang perempuan pulang dan masuk ke rumah. Kaget melihat kakek sudah tergantung,” ujarnya.

Lantaran tak tega melihat posisi korban tergantung, pihak keluarga langsung memutuskan tali ayuanan dan menurukan jasad korban. Tali ayunan tersebut diputus dengan menggunakan pisau dapur.

Anastasia Jinah menuturkan, suaminya mengalami sakit. Bahkan, korban sudah dibawa berobat kemana-kemana. “Sering sakit-sakitan. Belum lama ini baru pulang dari Sintang untuk berobat,” ucapnya.

“Tidak nyangka dia (Suaminya, red) nekad lakukan ini. Rumah sepi, kalau Sabtu dan Minggu ramai, anak-anak dan cucu saya ke rumah,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit III Reskrim Polres Sekadau, Aiptu Ucok Sianipar yang berada di lokasi kejadian menuturkan, setelah diperiksa oleh tim identifikasi, korban diperkirakan meninggal sekitar satu jam setelah ditemukan. Hal itu, dilihat dari tubuh korban.

“Dari penuturan pihak keluarga, korban memang sudah lama sakit. Mungkin karena tidak kunjung sembuh hingga korban nekad mengakhiri hidupnya,” bebernya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu M Ginting membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, jenazah korban tidak diautopsi lantaran pihak keluarga tidak mengizinkannya dan sudah ikhlas melepas kepergian korban.

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Pihak keluarga tidak ingin jenazah diautopsi. Jadi kami serahkan kembali kekeluarganya,” tuturnya.

Ginting mengatakan, pihaknya sudah memeriksa tali ayunan yang digunakan korban untuk gantung diri. Pihak keluarga, kata dia, menganggap meninggalnya korban murni kejadian bunuh diri.

“Diduga kemungkinan depresi karena penyakit yang dideritanya tidak kungjung sembuh hingga korban nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” pungkasnya. (Yahya)