Peringati Sumpah Pemuda, Pemdes Entikong Gandeng Kejaksaan Gelar Jalan Santai

oleh
Spanduk Jalan Santai Memperingati Hari Sumpah Pemuda Mulai Ditebar di Perbatasan Entikong. Foto : Indra

SANGGAU – Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda tahun 2017, Pemerintah Desa Entikong bersama Kejaksaan Negeri Entikong akan mengadakan jalan santai. Acara yang digelar pada hari Minggu (29/10) itu akan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggunakan pakaian etnis masing-masing, demikian hal itu disampaikan Kepala Desa Entikong, Raden Nurdin kepada B-ONETV melalui telepon seluler, Rabu (25/10/17).

Raden menjelaskan, acara jalan santai dimulai pukul 06.00 WIB dengan start dari tugu pancasila di PLBN hingga finish di Kantor Desa Entikong. Untuk menyemangati para peserta, lanjut Raden, panitia menyiapkan 100 unit doorprize dengan hadiah utama TV LED 21 inc.

“Kami dari panitia mohon partisipasinya bagi seluruh masyarakat Entikong untuk meramaikan acara jalan santai ini,” kata Raden.

Raden menuturkan, kerjasamanya antara Pemerintah Desa Entikong dengan Kejaksaan Negeri Entikong juga bertujuan untuk mendekatkan masyarakat Desa Entikong dengan aparat penegak hukum yakni Kejaksaan.

“Pemerintahan Desa Entikong ini merupakan Desa binaan Kejaksaan Entikong dalam pengelolaan dana desa,” katanya.

Melalui peringatan sumpah pemuda ini, Raden Nurdin berharap kebhinekaan di Entikong terus terpelihara dengan baik untuk menjaga NKRI agar tetap utuh, terlebih kawasan Entikong merupakan beranda negara yang harus terus dipupuk rasa nasionalismenya.

Kegiatan ini juga, dikatakan Raden Nurdin sebagai upaya mewujudkan Desa Entikong maju dan terdepan sesuai dengan yang dicetuskan Pemerintah Kabupaten Sanggau.

Sementara itu, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Entikong, Sabar Evryanto Batubara menyampaikan bahwa kegiatan jalan santai yang digelar bersama Pemerintah Desa ini sebagai bentuk apresiasi Kejaksaan terhadap pemuda Indonesia yang berhasil mengawal perubahan besar di Tanah Air.

Sabar menuturkan, tekad dan keberanian pemuda telah menginspirasi dan menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia dideklarasikan.

“Kegiatan ini nanti menjadi momentum bagi kami untuk merefleksi diri, mempelajari, menteladani dan menyemai spirit perjuangan pemuda indonesia yang sangat luar biasa,” katanya.

Dia menyampaikan, Entikong sebagai beranda negara harus menjadi contoh keberagaman di tanah air. Ia meyakini sebelum Indonesia mencapai kemerdekaan, pemuda Indonesia sudah memiliki kesadaran tinggi, bahwa tanpa persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa, Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara tidak akan pernah bisa terwujud. Oleh karena itu, para peserta yang mengikuti kegiatan ini nantinya diberikan ruang seluas-luasnya untuk menggunakan pakaian adat masing-masing sebagai simbol keberagaman yang harmonis di Entikong.

Dengan peringatan hari sumpah pemuda ini, Sabar berharap dapat menegakan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat khususnya di perbatasan.

“Kami berharap pemuda dapat membantu aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas dan fungsinya mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan,” harapnya. (Indra)