Muhammadiyah dan Ansor Minta Ormas Patuhi Keputusan Pemerintah Soal UU Ormas

oleh
Ilustrasi - UU Ormas

SANGGAU – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sanggau, Ade Djuandi meminta Ormas/LSM mematuhi keputusan Pemerintah yang mengesahkan UU Ormas pada sidang paripurna yang digelar, Selasa (24/10/17) kemaren.

Dia juga meminta Ormas/LSM sudah harus berhati-hati dan siap-siap memperbaiki diri dan menyesuaikan dengan kondisi pemerintahan saat ini.

“Saya berharap Ormas yang ada untuk senentiasa mengedepankan ke pentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan,” katanya kepada wartawan, Rabu (25/10/17).

Dia juga meminta Ormas/LSM melaksanakan perintah UU untuk bersama-sama membangun NKRI.

“Jangan sampai mudah diprovokasi oleh kepentingan orang orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin menghancurkan dan mememacah belah rasa nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

“Sebagai anak bangsa, kita wajib merawat dan menjaga nilai-nilai, amanah hibah dari pendiri bangsa yang tertuang dalam pancasila, bhinekatunggal ika dan dalam pembukaan UUD 1945 dan pembukaannya,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sanggau Amin Sukur juga menyampaikan hal yang sama. Bahkan, Ansor menegaskan mengapresiasi disahkannya Perppu nomor 2 tahun 2017 tentang Ormas menjadi Undang-undang oleh DPR RI. Dikatakannya, dengan disahkannya Undang-undang tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga keutuhan NKRI.

Dia menilai, pilihan untuk mensahkan Perppu Ormas menjadi undang-undang merupakan tindakan yang sangat tepat dan sangat ditunggu oleh masyarakat.

Ia meyakini, pasca pengesahan tersebut, Indonesia akan utuh jika ideologi anti pancasila dihilangkan dari bumi Indonesia. Dia menambahkan, secara spesifik undang-undang ormas yang baru akan menjadikan kedaulatan negara sebagai simbol identitas nasional yang kuat.

“Demokrasi dan kebebasan berkelompok harus dilindungi, itu wajib. Tapi soal ideologi negara, tidak bisa ditawar-tawar, sudah menjadi kewajiban kita mempertahan NKRI,” pungkasnya. (indra)