Ada Warga Pontianak Barat Makan Rebusan Air Batu, Yandi: “Pemerintah Matanye Kemane”

oleh
Niarti saat ditemui di rumahnya

PONTIANAK – Anggota DPRD Kota Pontianak dari Fraksi Gerindra mengaku miris di Hari Jadi Kota Pontianak ke-246 masih ada yang meminum air rebusan batu untuk mengganjal lapar seperti yang terjadi pada Nenek Niarti..

Menurut Yandi, Pemerintah Kota dalam hal ini Wali Kota Pontianak seharusnya jangan membangga-banggakan penghargaan saja tapi tidak peka terhadap apapun yang terjadi pada warganya. Yandi juga mempertanyakan aparatur Kelurahan hingga Kecamatan yang tidak mengetahui ada warga yang kelaparan atau hidup di bawah garis kemiskinan.

Yandi mengatakan pihak kelurahan dan Kecamatan selama ini jangan menggunakan prinsip Asal Bapak Senang (ABS) saja, tapi kenyataanya di lapangan ada warga yang mengganjal lapar dengan meminum air rebusan batu.

“Saya marah kok aparatur terdekatnya bisa gak tau, itu gimana ceritanya. Lurahnya, Camatnya. Gimana koordinasinya kok ada warganya yang demikian. Itu artinya mereka tidak pernah turun lapangan. Percuma apa yang selama ini kota bangga-banggakan,” tegas Yandi kepada B-ONETV melalui saluran telepon, Rabu (25/10/17).

Yandi mempertanyakan klaim Pemerintah Kota Pontianak yang menyatakan jika warganya sudah sejahtera dan jauh dari garis kemiskinan, namun kenyataannya bertolak belakang dengan yang terjadi di lapangan.

“Saya pasti akan jadi agenda saya di DPRD. Ini membuka mata kita, semua dinas kalau melaporkan itu Asal Bapak Senang, tak pernah turun ke lapangan. Kalau saya, saya copot tu aparatur tingkat bawahnya,” ungkap Yandi.

Baca Juga: Miris, Nenek Niarti Warga Pontianak Barat Ganjal Lapar dengan Air Rebusan Batu

Pemerintah kota, tambah Yandi, seperti menutup mata dengan yang terjadi pada warganya. Padahal apa yang dialami nenek Niarti tersebut sudah terjadi dalam satu tahun terakhir.

“Saya akan panggil itu, pemberdayaan perempuan, pengendalian penduduk. Jangan sibuk ngurus Kampung KB aja. Itu akibatnya kalau Kepala Dinas banyak sibuk. Banyak yang diurus. Orang tak makan gitu tak diurusnya. Sibuk cari muka di depan pejabat dan petinggi-petinggi,” cetus Yandi.

Sebelumnya, Nenek Niarti warga Jalan Apel, Gang Jambu Air, Kecamatan Pontianak Barat harus minum air rebusan batu untuk mengganjal perutnya yang lapar. Hal itu dilakukan nenek Niarti karena himpitan ekonomi. (Dede)