PLN Keluhkan Lapas Singkawang Menunggak Bayar Listrik

oleh
Ilustrasi - Tunggakan Listrik

SINGKAWANG – Masih banyaknya tunggakan rekening listrik oleh masyarakat tentu akan berdampak pada kesinambungan listrik. Diantaranya pada pembayaran listrik yang dibeli dari Malaysia.

“Selain itu, kita membeli BBM untuk mesin sewa,” kata Manager PLN Area Singkawang, Sumarsono, Selasa, (24/10/17).

Menurutnya, tunggakan pelanggan khususnya yang berada di wilayah Singkawang, Bengkayang dan Sambas (Sing Bebas ), sampai saat ini terbilang masih tinggi. Dimana untuk wilayah Kota Singkawang tunggakannya sekitar Rp600-an juta, Pemangkat Rp800-900 juta, Sambas Rp400-an juta dan Bengkayang hampir Rp1 miliar lebih.

Untuk itu, dia mengharapkan para pelanggan membayar rekening listrik harus lancar, sehingga pendapatan Pemda akan bisa lebih tinggi, dan dengan begitu tentu akan mensejahterakan masyarakat.

Mengingat pemerintah pusat sudah memberikan mandat kepada PLN, terkait Pajak Penerangan Jalan (PPJ) untuk mengambil dari pelanggan yang disetor ke Pemda guna pembangunan masyarakat di daerah setempat.

“Sebanyak 30 persen tunggakan rekening listrik berasal dari rumah tangga,” tuturnya.

Selebihnya, 70 persen merupakan golongan 1 yakni instansi vertikal. Yang mana kendalanya rata-rata di anggaran.

“Contoh kongkrit yang paling dekat adalah Lapas Kelas II B Singkawang,” sebutnya.

Dimana Lapas Singkawang sampai bulan Oktober 2017, tunggakannya sudah mencapai Rp30 juta lebih.

“Sementara untuk industri, sampai hari ini hampir tidak ada yang menunggak. Karena memang mereka selalu membutuhkan listrik jadi cukup lancar membayarnya,” kata Sumarsono.

Terpisah, Kepala Lapas Kelas II B Singkawang, Sambiyono mengatakan, jika penyelesaian tunggakan itu sudah dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

“Jadi bukan urusan kita di daerah, kita hanya mengetahui bahwa kekurangannya sekian. Jadi Kementerian Hukum dan HAM yang membayar ke PLN pusat,” katanya.

Intinya, tegas Sambiyono, tidak ada masalah dengan tunggakan itu karena sudah diselesaikan oleh pusat. (Mizar)