Perumahan Dinas Kelurahan Puruk Cahu Dijadikan Ruang Kelas

oleh
Gedung SDN 3 Puruk Cahu Seberang

PURUK CAHU – Permasalahan tuntutan ganti rugi tanah sehingga berujung disegelnya gedung SDN 3 Puruk Cahu seberang, membuat pihak sekolah harus meminjam perumahan dinas Kulurahan Puruk Cahu untuk digunakan sebagai ruang kelas.

Kepala SDN 3 Puruk Cahu, Rukmiati saat dikonfirmasi mengatakan, jarak antara SDN 3 Puruk Cahu Seberang dengan Kelurahan Puruk Cahu yang cukup dekat, membuat pihak sekolah untuk sementara ini mengalih fungsikan bangunan rumah dinas menjadi tiga ruang kelas.

“Kami terpaksa numpang di perumahan dinas kelurahan,” ungkap Rukmiati, Selasa (24/10/17).

Munurut Rukmiati, pihaknya masih belum mengetahui relokasi gedung sekolah yang sempat direncanakan oleh Disdikbud Murung Raya (Mura) beberapa bulan lalu.

Sementara anggota Komisi I, DPRD Kabupaten Murung Raya yang membidangi masalah pendidikan, Rahmanto meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) kabupaten setempat untuk segera menyelesaikan masalah ganti rugi lahan, tempat berdirinya SDN 3 Puruk Cahu Seberang.

Rahmanto yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Murung Raya ini mengatakan, Kadisdikbud Murung Raya jangan menganggap remeh persoalan tersebut.

“Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan kalau diniatkan. Jangan sampai masalah kecil menjadi besar nantinya,” ungkap Rahmanto.

Apalagi, Komisi I, DPRD Murung Raya mendukung apapun keputusan terbaik tentang permasalahan tersebut, sepanjang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sebelumnya, permasalahan  penyegelan satu dari dua gedung SDN 3 Puruk Cahu seberang dikarenakan sang pemilik lahan merasa dipermainkan oleh Disdikbud Mura tentang kepastikan ganti rugi lahan.

Tasmi Rudianoor, penuntut ganti rugi lahan sekolah yang berada di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Puruk Cahu tersebut langsung menyegel salah satu gedung pada awal Bulan Mei 2017 lalu dan sampai sekarang masih belum dibuka.

“Saya sudah dua kali diminta Disdikbud Mura untuk menyiapkan berkas yang katanya untuk administrasi ganti rugi, tetapi setelah semua siap, mereka seakan lepas tangan dan janji ganti rugi tidak pernah direalisasikan sampai saat ini,” sebut Tasmi beberapa waktu lalu. (Supriadi)