Wow.! Ribuan Orang Berjepin Semarakan Harjad Kota Pontianak ke-246

oleh
Kurang lebih 3 ribu orang menari jepin pada perayaan puncak Hari Jadi Kota Pontianak ke-246 (23/10/17). Foto : Jim

PONTIANAK – Sebanyak kurang lebih tiga ribu orang menari jepin secara serentak pada peringatan Hari Jadi (Harjad) Kota Pontianak ke-246. Bertajuk ‘Pontianak Berjepin’, mereka yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar dan masyarakat umum memadati ruas Jalan Rahadi Usman, tepatnya di depan Kantor Wali Kota Pontianak berlenggak-lenggok mengikuti iringan lagu berjudul ‘Kote Pontianak’, Senin (23/10).

Tari Jepin adalah salah satu kesenian tradisional Kalimantan Barat (Kalbar) yang diadaptasi dari kesenian budaya melayu, agama Islam dan budaya lokal. Tarian ini merupakan salah satu media penyebaran agama Islam di Kalimantan Barat. Tarian jepin merupakan kesenian tari gerak dan lagu yang memiliki arti disetiap gerakannya.

Tak ketinggalan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji beserta istri, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono beserta istri, anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Kalbar, Syarif Abdullah Alkadrie serta para tamu undangan ikut berbaur menari jepin bersama. Pakaian telok belanga dan baju kurung semakin menambah semarak dan penuh warna.

Diakui Sutarmidji, dirinya tidak tahu persis jumlah peserta yang ikut menari jepin. Ia memperkirakan jumlahnya melebihi dari 2 ribuan bahkan hampir mencapai 3 ribuan. Bahkan, kata dia, seandainya luas lapangan memadai, jumlah itu bisa membludak.

“Ke depan, saya inginnya jepin massal ini sepanjang Jalan Ahmad Yani dengan menutup satu jalur. Dari mulai Bundaran Untan hingga perempatan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pontianak. Saya yakin itu bisa melibatkan puluhan ribu masyarakat Pontianak, dengan demikian kreasi jepin semakin baik,” ujarnya.

Melalui momentum Harjad Kota Pontianak yang lahir tahun 1771 ini, ia berpesan kepada masyarakat Pontianak yang multi etnis supaya selalu menjaga toleransi dalam keberagaman.

Menurutnya, semua pihak tidak perlu mempermasalahkan perbedaan antar pemeluk agama, antar etnis dan lainnya.

“Yang beragama, ya jalankan agamanya masing-masing dengan baik. Yang punya budaya etnisnya itu, ya kembangkan budayanya dengan baik untuk dinikmati bersama,” tuturnya.

Orang nomor satu di Kota Pontianak ini berharap keberagaman yang ada di Kota Pontianak justru menjadi nilai tambah bagi Pontianak sendiri dan masyarakatnya untuk lebih maju ke depan.

Diakuinya, tidak ada jalan lain selain menganggap keberagaman itu menjadi nilai tambah untuk kepentingan masyarakat Pontianak.

“Kalau keberagaman itu kita buat menjadi masalah, maka kita tidak akan maju. Tapi kalau kita buat itu jadi nilai tambah, budayanya, kemudian interaksinya antara satu dengan yang lain, maka itu akan menjadi satu hal yang bisa membuat Pontianak jauh lebih maju,” sebut Sutarmidji.

Sementara itu, Sultan Pontianak IX, Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak yang dinilainya selalu peduli dengan adat dan budaya yang ada di Kota Pontianak.

“Momentum Hari Jadi Kota Pontianak ke-246 ini saya menyampaikan banyak terima kasih kepada Pemkot Pontianak yang selalu mengambil peran dalam memeriahkan Hari Jadi setiap tahunnya,” sebutnya.

Kepedulian Wali Kota Sutarmidji dinilainya luar biasa karena kepeduliannya mengangkat budaya dan tempat-tempat bersejarah. Ia berharap seluruh warga Pontianak yang terdiri dari berbagai macam golongan, suku dan budaya untuk bersama-sama menjaga pembangunan yang ada saat ini.

“Marilah kita sama-sama menjaga Kota Pontianak ini untuk generasi kita ke depannya,” ucap Sultan.

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi animo masyarakat dari kemeriahan puncak peringatan Harjad Kota Pontianak ini. Ia menyebut, peringatan Harjad ini bisa menjadi pemacu semangat bagi siapapun yang hadir untuk lebih mencintai serta membangun Kota Pontianak.

“Sehingga suasana kekeluargaan serta silaturrahim antar masyarakat yang terdiri dari berbagai macam suku dan agama di Pontianak ini akan semakin menjadi lebih harmonis,” pungkasnya. (Jim)