Terkait Batalnya Sidang Paripurna, Sutarmidji: “Dewan Merajuk Pengajuan Uang Transportasi Tak Saya Setujui”

oleh
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji

PONTIANAK – Batalnya rapat paripurna tentang pidato Wali Kota Pontianak terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Perda Kota Pontianak tentang APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2018, yang digelar bertepatan dengan Hari Jadi Kota Pontianak Ke-246, Senin (23/10/17) diduga akibat pengajuan “Uang Transportasi” Dewan yang belum disetujui Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.

Akibatnya, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, bersama sejumlah Kepala OPD yang telah tiba di Kantor DPRD Kota Pontianak terpaksa harus balik kanan, akibat batalnya sidang karena tidak kuorum.

“Sidang Paripurna hari ini tidak jadi dan batal karena dewan banyak tidak hadir sehingga tidak kuorum, padahal pimpinan dewan ada namun anggotanya cuma beberapa,” ucap Sutarmidji.

Sutarmidji mengira, batalnya sidang paripurna itu dikarenakan banyak anggota dewan yang tidak hadir, karena ‘merajuk’ akibat ‘uang transportasi’ yang diajukan dewan belum disetujui olehnya.

“Dewan itu ‘merajuk’ karena mereka mengajukan uang transportasi tapi tidak saya setujui. saya tidak menyetujui karena mereka mengajukan besarannya sebelas juta perbulan. Itu kalau dikalikan selama mereka menjabat lebih mahal dari mobil pimpinan mereka,” cetusnya.

Baca : Ada Apa Ya.? Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak Tiba-Tiba Dibatalkan

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin menganggap jika dinamika antara legislatif dan eksekutif biasa terjadi. Meskipun demikian, dirinya belum menyebut secara pasti, alasan kenapa sampai rapat tersebut dibatalkan.

“Semua berjalan dan kadang emang ada beberapa hal yang belum nyambung antara kami dengan pemkot,” katanya.

Yang jelas tambah satar, pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan dinamika tersebut hingga tuntas.

“1 atau 2 hari kedepan pasti akan jelas, kami yang diberikan wewenang untuk menyelesaikan hal itu,” Tuturnya

Namun ketika kembali ditanya terkait tentang kejelasan ‘uang transportasi’ yang diajukan Legislatif, politisi PDI-Perjuangan ini enggan untuk memberikan keterangan lebih lanjut, sembari tersenyum dan berlalu dari kerumunan media. (Budi)